Asal Mula Rusa di Istana Bogor yang Sudah Ada sejak 1814
Kamis, 06 Januari 2022 - 18:24 WIB
Saat ini kawanan rusa totol yang banyak berkeliaran bebas di halaman rumput Istana Bogor adalah jenis axis-axis. Keberadaan rusa totol itu menjadi hiburan murah meriah bagi masyarakat. Namun rusa-rusa di Istana Bogor dianggap sebagai hewan liar. karena tidak ditangkar dan dirawat secara intensif sejak dilahirkan.
Kawanan rusa totol ini juga memiliki naluri pertahanan yang mampu mendeteksi kehadiran makhluk asing yang bukan kawanannya. Oleh karena itu, hewan ini sulit untuk didekati oleh manusia sehingga pengunjung hanya dapat melihatnya dari pagar luar Istana Bogor.
Oleh karena itu, rusa ini mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo dan ingin ada penangkaran. Ide mengenai penangkaran rusa totol jinak diawali pada tahun 2015 saat Jokowi melihat ada seekor anak rusa yang bagian ekornya terluka.
Melihat kejadian tersebut, Jokowi melalui ajudan memerintahkan agar anak rusa yang terluka itu segera dirawat secara intensif oleh pihak terkait di Istana Bogor selaku pengelola hewan koleksi Istana.
Sesaat setelah dilahirkan, seekor anak rusa biasanya disembunyikan sejenak di semak-semak dan ditinggalkan oleh sang induk untuk mencari makanan. Setelah itu, barulah sang induk kembali mendatangi persembunyian bayi rusa untuk disusui.
Masalah timbul bila bayi rusa tersebut diganggu oleh hewan pemangsa, seperti biawak, musang, atau binatang pengerat. Induk rusa tidak dapat lagi mengenali bayi rusanya dikarenakan bau tubuhnya telah berubah seperti bau tubuh hewan pemangsa yang berusaha memakannya.
Kawanan rusa totol ini juga memiliki naluri pertahanan yang mampu mendeteksi kehadiran makhluk asing yang bukan kawanannya. Oleh karena itu, hewan ini sulit untuk didekati oleh manusia sehingga pengunjung hanya dapat melihatnya dari pagar luar Istana Bogor.
Oleh karena itu, rusa ini mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo dan ingin ada penangkaran. Ide mengenai penangkaran rusa totol jinak diawali pada tahun 2015 saat Jokowi melihat ada seekor anak rusa yang bagian ekornya terluka.
Melihat kejadian tersebut, Jokowi melalui ajudan memerintahkan agar anak rusa yang terluka itu segera dirawat secara intensif oleh pihak terkait di Istana Bogor selaku pengelola hewan koleksi Istana.
Sesaat setelah dilahirkan, seekor anak rusa biasanya disembunyikan sejenak di semak-semak dan ditinggalkan oleh sang induk untuk mencari makanan. Setelah itu, barulah sang induk kembali mendatangi persembunyian bayi rusa untuk disusui.
Masalah timbul bila bayi rusa tersebut diganggu oleh hewan pemangsa, seperti biawak, musang, atau binatang pengerat. Induk rusa tidak dapat lagi mengenali bayi rusanya dikarenakan bau tubuhnya telah berubah seperti bau tubuh hewan pemangsa yang berusaha memakannya.
Lihat Juga :