Pakar Gender UNS Terbitkan Buku Cegah Kekerasan Seksual pada Remaja

Senin, 08 Juni 2020 - 19:00 WIB
Menurut hasil yang diperoleh, kasus kekerasan seksual di sekolah tidak menunjukan angka yang tinggi. Namun ditemukan beberapa gejala yang memiliki potensi berkembangnya kekerasan seksual di sekolah. Merujuk dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah bahwa tidak ada toleransi pada beragam bentuk kekerasan, maka potensi kekerasan sekecil apapun, termasuk kekerasan seksual, harus dihilangkan.

Kuesioner disebarkan pada 50 anak di masing-masing sekolah untuk mengetahui kondisi yang terjadi dikalangan siswa. Selain itu, peneliti juga melakukan Forum Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam bersama empat guru Bimbingan Konserling (BK) di masing-masing sekolah yang dipilih.

Pada kesempatan tersebut mulai dijelaskan bahwa kemajuan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sering disalahgunakan oleh beberapa siswa untuk menginisiasi tindakan yang menyimpang atau memiliki dampak tidak baik bagi siswa yang belum memiliki pengetahuan memadai tentang TIK.

Satu kasus diceritakan dari sudut pandang siswa yang secara sadar melakukan tindakan menyimpang. Mereka membuat taruhan untuk sebuah tantangan yang merujuk pada pelecehan, seperti menantang keberanian untuk melakukan tindakan pada siswa lain yang menjadi target. Namun di sisi lain terdapat kasus yang terjadi akibat minimnya pengetahuan bersikap apabila mendapat ancaman dari pelaku kekerasan seksual.

Dari beberapa informasi dan kasus, Prof Ismi dan tim akhirnya memutuskan untuk menulis buku yang mampu memberikan edukasi untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi. Buku disusun dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua pihak terutama guru dan siswa serta nantinya dapat diakses secara online.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!