Santriwati Jadi Korban Kekerasan Seksual Guru, Psikiater: Dampaknya Berkepanjangan
Senin, 13 Desember 2021 - 11:05 WIB
Menurut dia, anak cenderung mudah menjadi korban, karena anak-anak artinya masih mudah dipengaruhi. Pelaku melakukan upaya intimidasi dan sugesti. Sugesti ditanamkan dan dipengaruhi, kemudian dibisikkan ke telinga korban bahwa murid harus taat pada guru.
Hal itu dilakukan terus-menerus, sementara korban hidup di lingkungan tertutup atau terisolisasi selama bertahun- tahun.
"Kondisi ini akan mempengaruhi perkembangan kepribadian dan pemikiran korban kearah patologis. Salah satu gangguannya disebut stockholm syndrome, yaitu gangguan psikiatrik pada korban penyanderaan yang membuat mereka merasa simpati atau bahkan muncul kasih sayang terhadap pelaku. Baca: Miris, 89 Anak di Bawah Umur Terlibat Prostitusi Online.
Intervensi terhadap korban kekerasan seksual pada anak dilakukan pada pihak-pihak yang berhubungan dengan anak. Juga kondisi fisik termasuk penyakit menular seksual dan HIV dan gangguan jiwa harus dilakukan penatalaksanaan.
Hal itu dilakukan terus-menerus, sementara korban hidup di lingkungan tertutup atau terisolisasi selama bertahun- tahun.
"Kondisi ini akan mempengaruhi perkembangan kepribadian dan pemikiran korban kearah patologis. Salah satu gangguannya disebut stockholm syndrome, yaitu gangguan psikiatrik pada korban penyanderaan yang membuat mereka merasa simpati atau bahkan muncul kasih sayang terhadap pelaku. Baca: Miris, 89 Anak di Bawah Umur Terlibat Prostitusi Online.
Intervensi terhadap korban kekerasan seksual pada anak dilakukan pada pihak-pihak yang berhubungan dengan anak. Juga kondisi fisik termasuk penyakit menular seksual dan HIV dan gangguan jiwa harus dilakukan penatalaksanaan.
Lihat Juga :