Hadang Sopir Truk Pasir Gunung Semeru, Cak Thoriq: Mbok Ya Punya Empati!
Sabtu, 11 Desember 2021 - 12:19 WIB
"Sudah tahu bencana kayak gini masih nambang. Yang konco manual konco supir akeh seng mati pak. Ngesakno kancane akeh seng goleki kependem ngene. Sampean mbok ngerti ngono (yang teman penambang manual, supir banyak yang mati pak, kasihan teman kamu, banyak yang kependam begitu. Kamu ya harusnya tahu gitu)," ucap Cak Thoriq memarahi sopir truk pengangkut pasir.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus Lagi! Relawan Panik Berlarian Menyelamatkan Diri
Di video kedua Cak Thoriq juga menghentikan dan memarahi penambang pasir berpakaian kaus putih yang melintasi tepat di depannya. Dari narasi yang beredar aksi itu terjadi pada Rabu 8 Desember 2021.
Pengemudi truk pasir beralasan jika tak bekerja menambang pasir, kebutuhan ekonomi keluarganya tak terpenuhi. Namun alasan itu dibantah oleh Cak Thoriq yang meminta penambang pasir mengedepankan empati di tengah bencana erupsi Gunung Semeru.
"Nggak ngerti kalau banyak yang mati, mbok ya punya empati! (Tidak ngerti kalau banyak yang mati, harusnya punya empati). Alasan ekonomi, yang sana mati. Mau alasan hanya ekonomi sementara yang sana mati. Koncone anak duwe anak bojo ditinggal uripe ditinggal. Lah opo urusan ekonomi, empati ndisek lah (temanmu punya anak istri ditinggal meninggal, nggak ada urusan dengan ekonomi, ayo empati dulu lah)," kata Cak Thoriq, kepada penambang pasir yang dihadangnya.
Aksi Cak Thoriq ini buat mendapat dukungan dari para warganet. Menurut mereka mencari nafkah di tengah kondisi bencana tidaklah etis. Apalagi banyak penambang pasir yang juga terkubur di dalam material erupsi Gunung Semeru.
"Bapak bupati bukan marah melarang nyari pasir, tapi beliau masih berduka," tulis akun @Melysa.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus Lagi! Relawan Panik Berlarian Menyelamatkan Diri
Di video kedua Cak Thoriq juga menghentikan dan memarahi penambang pasir berpakaian kaus putih yang melintasi tepat di depannya. Dari narasi yang beredar aksi itu terjadi pada Rabu 8 Desember 2021.
Pengemudi truk pasir beralasan jika tak bekerja menambang pasir, kebutuhan ekonomi keluarganya tak terpenuhi. Namun alasan itu dibantah oleh Cak Thoriq yang meminta penambang pasir mengedepankan empati di tengah bencana erupsi Gunung Semeru.
"Nggak ngerti kalau banyak yang mati, mbok ya punya empati! (Tidak ngerti kalau banyak yang mati, harusnya punya empati). Alasan ekonomi, yang sana mati. Mau alasan hanya ekonomi sementara yang sana mati. Koncone anak duwe anak bojo ditinggal uripe ditinggal. Lah opo urusan ekonomi, empati ndisek lah (temanmu punya anak istri ditinggal meninggal, nggak ada urusan dengan ekonomi, ayo empati dulu lah)," kata Cak Thoriq, kepada penambang pasir yang dihadangnya.
Aksi Cak Thoriq ini buat mendapat dukungan dari para warganet. Menurut mereka mencari nafkah di tengah kondisi bencana tidaklah etis. Apalagi banyak penambang pasir yang juga terkubur di dalam material erupsi Gunung Semeru.
"Bapak bupati bukan marah melarang nyari pasir, tapi beliau masih berduka," tulis akun @Melysa.
Lihat Juga :