Pakubuwana VIII, Raja Keturunan Mataram Pertama yang Tidak Poligami

Sabtu, 04 Desember 2021 - 05:00 WIB
Pakubuwana VIII menerapkan gaya kepemimpinan dengan konsep konvensional berdasarkan adat, kebiasaan, dan kelaziman. Maka itu, selama ia berkuasa, tidak banyak terjadi gejolak di antara kerabat keraton. Pakubuwana VIII juga dikenal sebagai sosok raja yang mudah bergaul dan akrab dengan berbagai kalangan.

Pemerintahannya berjalan selama tiga tahun hingga akhir hayatnya, sehingga menjadikannya penguasa Surakarta yang paling singkat masa jabatannya.

Pakubuwana VIII digantikan putra Pakubuwana VI sebagai raja Kasunanan Surakarta selanjutnya, yang bergelar Pakubuwana IX.

Pakubuwana VIII sendiri adalah raja keturunan Mataram pertama yang tidak melakukan poligami. Istri Pakubuwono VIII bernama Bendoro Raden Ayu Ngaisah, putri Kanjeng Pangeran Adipati Purbonegoro yang berkuasa di Kediri. Baca: Tragedi Raden Ayu Lembah dan Jatuhnya Kekuasaan Amangkurat III di Kartasura.



Adipati Purbonegoro adalah putra Mangkunegoro I, pendiri Kadipaten Mangkunegaran. Hingga akhir hayatnya, Pakubuwono VIII tidak memiliki istri lagi selain Bendoro Raden Ayu Ngaisah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!