Ponpes API Segera Buka, Gubernur Diminta Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Santri

Minggu, 07 Juni 2020 - 20:22 WIB
Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah KH Nur Machin Chudlory mengatakan, memasuki new normal aktivitas di pesantren harus mendapat perhatian. Foto/Ist
MAGELANG - Kegiatan belajar mengajar (ta'lim wat ta'allum) di lingkungan pondok pesantren harus tetap berjalan. Meski demikian, ada syarat yang harus dipenuhi karena saat ini pandemi virus Corona ( COVID-19 ) belum berlalu.

Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah KH Nur Machin Chudlory mengatakan, memasuki new normal aktivitas di pesantren harus mendapat perhatian. (Baca juga: Seluruh Santri yang Masuk ke Jateng Wajib Karantina 14 Hari)



“Kehidupan pesantren harus segera berjalan. Termasuk TPQ madin dan kegiatan keagamaan seperti tahlilan di desa-desa. Tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan sehingga semuanya aman dan nyaman,” ujar Gus Machin dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6/2020). (Baca juga: New Normal, IPI Tunggu Protokol Kesehatan Pemerintah untuk Pesantren)

Di Jawa Tengah, langkah awal sudah dimulai dari Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang dengan mengeluarkan "Maklumat Tegalrejo". Isi dari maklumat itu adalah tata cara mengatur 13.800 santri Tegalrejo untuk kembali ke pesantren dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!