Klaster Sekolah, Satgas Covid: Kerumunan Penjemput Anak Sekolah Perlu Dievaluasi

Senin, 22 November 2021 - 14:53 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana. Foto: R Ratna Purnama/SINDOnews
DEPOK - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok menyebut terjadinya penularan di sekolah mulanya berasal dari klaster keluarga. Klaster keluarga tersebut terpapar karena merupakan pekerja commuter yang bekerja di luar Depok.

”Awalnya dari klaster keluarga. Mereka ini pekerja commuter yang bekerja di luar Depok. Mereka menularkan pada anaknya, dari anaknya di sekolah menularkan pada teman-teman dan gurunya,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana, Senin (22/11/2021). Baca juga: Covid-19 di Depok Melonjak, Penyumbang Terbesar dari Klaster Sekolah



Diketahui bahwa terjadi peningkatan cukup tinggi pada pekan ini sehingga Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dihentikan sementara sejak 19-29 November 2021. Pada Rabu (17/11) terdapat 105 kasus Covid-19 dimana 80 persen atau sekitar 84 kasus adalah dari klaster PTMT.

”Dari semua kasus konfirmasi positif, ada 2 SD, 1 SMP dan 1 MTS. Dari data saat ini, hampir sama, tidak ada yang mendominasi. Di beberapa wilayah juga sempat ada, tapi tidak sebanyak di Pancoran Mas. Di Cinere baru ditemukan satu,” ujarnya. Baca juga: Siswa Depok Belum Vaksin Dilarang Belajar Tatap Muka

Wali Kota Depok Mohammad Idris pun langsung mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8.02/648/SATGAS/2021 tentang Penghentian Sementara Secara Terbatas Pada Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

”Tentunya ini ikhtiar kita dari Pemkot Depok, kami coba menyampaikan ini kepada seluruh warga. Mohon izin dan mohon maaf demi keselamatan kita bersama, Pak Wali Kota sudah mengambil langkah tentang penerapan prokes bagi sekolah, siswa dan orang tua,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!