Sadis! Belum Bayar SPP 9 Siswa SMK Penerbangan di Batam Disiksa, Orang Tua Lapor Polda Kepri
Jum'at, 19 November 2021 - 16:02 WIB
Parahnya lagi, para siswa yang menjadi korban kekerasan ini dimasukkan dalam kamar yang berbentuk tak ubahnya sel atau penjara. Menurut pengakuan para korban kepada KPPAD Kota Batam, penganiayaan itu dipicu masalah keterlambatan pembayaran SPP.
Baca juga: Pesta Seks dan Mabuk Lem 27 Anak Muda Diringkus di Hotel, Polisi Temukan 5 Kondom Bekas
Abdillah mengaku, kehadiran KPPAD Kota Batamn, dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak tersebut, bertujuan memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan saat proses penyelidikan dan penyidikan berlangsung.
Saat ini Ditreskrimum Polda Kepri, masih melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan terhadap beberapa siswa SMK Dirgantara Batam. Sebelumnya, tahun 2018 kasus penganiayaan terhadap siswa SMK Dirgantara Batam, juga mencuat hingga ke ranah hukum.
Kala itu, seorang siswa yang diketahui bernama Rido Setiawan, pelajar kelas 11 ditangkap dan diborgol seniornya, karena dinilai kabur dari kegiatan pelatihan yang diadakan sekolah.
Baca juga: Pesta Seks dan Mabuk Lem 27 Anak Muda Diringkus di Hotel, Polisi Temukan 5 Kondom Bekas
Abdillah mengaku, kehadiran KPPAD Kota Batamn, dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak tersebut, bertujuan memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan saat proses penyelidikan dan penyidikan berlangsung.
Saat ini Ditreskrimum Polda Kepri, masih melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan terhadap beberapa siswa SMK Dirgantara Batam. Sebelumnya, tahun 2018 kasus penganiayaan terhadap siswa SMK Dirgantara Batam, juga mencuat hingga ke ranah hukum.
Kala itu, seorang siswa yang diketahui bernama Rido Setiawan, pelajar kelas 11 ditangkap dan diborgol seniornya, karena dinilai kabur dari kegiatan pelatihan yang diadakan sekolah.
(eyt)