PSBB Transisi, Ombudsman Nilai Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional Belum Berjalan
Sabtu, 06 Juni 2020 - 05:40 WIB
Ombudsman nilai protokol kesehatan di pasar tradisional Jakarta belum berjalan. Foto: SINDOnews/Adam Erlangga
JAKARTA - Ombudsman menyatakan kelemahan paling menonjol yang perlu diperbaiki pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta dan masa Aman, Sehat dan Produktif (ASP) adalah fasilitas pembatas social distancing dan permberlakuan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional.
Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, mengatakan, pengawasan dan pembuatan fasilitas social distancing, sertA protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional sejak PSBB 1 sampai PSBB 3 tidak tersentuh sama sekali oleh Pemprov DKI Jakarta.
Padahal, supermarket dan hypermarket telah membuat pengaturan warga saat berbelanja, termasuk membuat fasilitas garis social distancing di fasilitas perbelanjaan mereka. Namun di pasar tradisional yang berada di bawah PD Pasar Jaya, hal itu belum terjadi.
“PD Pasar Jaya tidaklahterlalu miskin kalau hanya membuat garis-garis pembatas social distancing, melakukan pengawasan ketertiban pelaksanaan social distancing dengan mengerahkan tenaga keamanan mereka dan menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan di pasar-pasar tersebut,” ujar Teguh dalam keterangan persnya, Jumat (5/6/2020).
Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, mengatakan, pengawasan dan pembuatan fasilitas social distancing, sertA protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional sejak PSBB 1 sampai PSBB 3 tidak tersentuh sama sekali oleh Pemprov DKI Jakarta.
Padahal, supermarket dan hypermarket telah membuat pengaturan warga saat berbelanja, termasuk membuat fasilitas garis social distancing di fasilitas perbelanjaan mereka. Namun di pasar tradisional yang berada di bawah PD Pasar Jaya, hal itu belum terjadi.
“PD Pasar Jaya tidaklahterlalu miskin kalau hanya membuat garis-garis pembatas social distancing, melakukan pengawasan ketertiban pelaksanaan social distancing dengan mengerahkan tenaga keamanan mereka dan menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan di pasar-pasar tersebut,” ujar Teguh dalam keterangan persnya, Jumat (5/6/2020).
Lihat Juga :