Pemerintah-Halodoc Gelar Rapid Test Drive Thru Perdana di Jakarta Utara
Senin, 13 April 2020 - 16:18 WIB
Namun di sisi lain jika memang tidak ada persoalan atau gejala apapun akan tetapi ruang lingkup kerja pasien di katakan rentan maka diwajibkan untuk periksa. "Yang terpapar dengan banyak orang, boleh saja. Ini yang perlu di waspadai," ungkapnya.
Kepala Laboratorium Halodoc dr Theresia Novi SpPk menambahkan, setelah pasien melakukan konsultasi melalui aplikasi, pasien yang terindikasi untuk diperiksakan rapid test akan mendapatkan surat referral secara digital.
"Kemudian pasien akan melakukan appointment di aplikasi juga. Dari situ pasien tinggal datang, kemudian nanti appointment untuk pengecekan identitas, nanti akan diarahkan ke tenda-tenda pemeriksaan," jalasnya.
Bagaimana dengan hasil test? Theresia menjelaskan bahwa pasien akan mendapat hasil dari tim patologi.halodoc dan rumah sakit. Apabila ada pasien yang positif, maka pihak Halodoc akan terus membantu.
"Jadi dibantunya dari tim halo doc kita akan follow up. Sebenarnya kita juga berkerja sama dan mendapat tugas dari BNPB juga. Jadi pasien pasien ini untuk di follow up dan dimonitor untuk beri solusi, nanti kita arahkan ke Wisma Atlet atau kita lihat dari gejalanya kalau memang harus di rumah sakit," tandasnya.
Kepala Laboratorium Halodoc dr Theresia Novi SpPk menambahkan, setelah pasien melakukan konsultasi melalui aplikasi, pasien yang terindikasi untuk diperiksakan rapid test akan mendapatkan surat referral secara digital.
"Kemudian pasien akan melakukan appointment di aplikasi juga. Dari situ pasien tinggal datang, kemudian nanti appointment untuk pengecekan identitas, nanti akan diarahkan ke tenda-tenda pemeriksaan," jalasnya.
Bagaimana dengan hasil test? Theresia menjelaskan bahwa pasien akan mendapat hasil dari tim patologi.halodoc dan rumah sakit. Apabila ada pasien yang positif, maka pihak Halodoc akan terus membantu.
"Jadi dibantunya dari tim halo doc kita akan follow up. Sebenarnya kita juga berkerja sama dan mendapat tugas dari BNPB juga. Jadi pasien pasien ini untuk di follow up dan dimonitor untuk beri solusi, nanti kita arahkan ke Wisma Atlet atau kita lihat dari gejalanya kalau memang harus di rumah sakit," tandasnya.
Lihat Juga :