Prasasti Gondang, Peninggalan Singosari yang Terbengkalai
Jum'at, 05 Juni 2020 - 16:08 WIB
"Baris pertama berbunyi i titi nirat bo/wa(?). Baris kedua iguna bala sasana. Sedangkan baris ketiga bertuliskan angka tahun. Yaitu 1197 saka atau 1275 masehi," kata dia.
Dikatakan Wicak, prasasti merupakan oleh raja zaman Singasari maupun Majapahit untuk menetapkan sebuah wilayah menjadi tanah perdikan, atau tanah bebas pajak. Prasasti yang dikeluarkan oleh raja lazimnya terbuat dari batu berbentuk gunungan wayang. Setiap prasasti berisi pujian-pujian untuk raja.
Ada juga nama para pejabat yang hadir saat pembuatan prasasti, isi prasasti dan kutukan-kutukan. Sementara tidak jauh dari tempat pemasangan prasasti, biasanya terdapat bangunan suci. Sebab, hasil pajak yang tidak dipungut oleh raja pada zaman itu digunakan untuk merawat bangunan suci tersebut.
Akan tetapi, prasasti Gondang, berbeda dengan prasasti lainnya yang dikeluarkan oleh raja pada masa Singasari maupun era Majapahit. Sebab, batu prasasti tersebut tidak berbentuk gunungan wayang. Melainkan berbetuk lonjong hampir menyerupai persegi panjang.
"Kalau ini (Prasasti Gondang) bukan prasasti utuh seperti gunungan wayang, lebih pada peringatan peristiwa tertentu. Sepertinya bukan diterbitkan oleh Kertanegara, tapi dibuat oleh raja bawahan yang semasa dengan Kertanegara," jelas dia.
Sementara itu, jika dilihat pada angka tahun pembuatan yang tertera pada prasasti Gondang ini, dimungkinkan dibuat pada era kerajaan Singosari. Prasasti tersebut juga menandakan jika wilayah Mojokerto kala itu merupakan bagian dari kerajaan Singasari. Sebelum akhirnya Raden Wijaya mendirikan Majapahit.
Dikatakan Wicak, prasasti merupakan oleh raja zaman Singasari maupun Majapahit untuk menetapkan sebuah wilayah menjadi tanah perdikan, atau tanah bebas pajak. Prasasti yang dikeluarkan oleh raja lazimnya terbuat dari batu berbentuk gunungan wayang. Setiap prasasti berisi pujian-pujian untuk raja.
Ada juga nama para pejabat yang hadir saat pembuatan prasasti, isi prasasti dan kutukan-kutukan. Sementara tidak jauh dari tempat pemasangan prasasti, biasanya terdapat bangunan suci. Sebab, hasil pajak yang tidak dipungut oleh raja pada zaman itu digunakan untuk merawat bangunan suci tersebut.
Akan tetapi, prasasti Gondang, berbeda dengan prasasti lainnya yang dikeluarkan oleh raja pada masa Singasari maupun era Majapahit. Sebab, batu prasasti tersebut tidak berbentuk gunungan wayang. Melainkan berbetuk lonjong hampir menyerupai persegi panjang.
"Kalau ini (Prasasti Gondang) bukan prasasti utuh seperti gunungan wayang, lebih pada peringatan peristiwa tertentu. Sepertinya bukan diterbitkan oleh Kertanegara, tapi dibuat oleh raja bawahan yang semasa dengan Kertanegara," jelas dia.
Sementara itu, jika dilihat pada angka tahun pembuatan yang tertera pada prasasti Gondang ini, dimungkinkan dibuat pada era kerajaan Singosari. Prasasti tersebut juga menandakan jika wilayah Mojokerto kala itu merupakan bagian dari kerajaan Singasari. Sebelum akhirnya Raden Wijaya mendirikan Majapahit.
Lihat Juga :