Himpitan Ekonomi di Masa Pandemi, Banyak Orang Menjadi Kurir Narkoba
Jum'at, 05 Juni 2020 - 16:15 WIB
"Jadi cara-cara sindikat untuk merayu kepada orang-orang yang sedang kesulitan ini banyak sekali. Ini perlu kewaspadaan masyarakat. Jangan sampai terjebak dan tergiur untuk mendapatkan sesuatu dengan mudah tapi membahayakan diri sendiri dan keluarga. Ancamannya (hukuman) sangat berat," ujar Sufyan.
Menurut Sufyan, peta nasional menunjukkan sindikat narkotika internasional yang menyelundupkan barang haram itu ke Indonesia berasal dari China dan Iran.
(Baca: 402 Kg Sabu-sabu Diamankan Tim Satgasus Bareskrim Polri di Sukabumi)
"Bukti penangkapan ada di Samarinda kemudian Batam, Medan, Banten, dan Bekasi, juga di Sukabumi. Barang buktinya juga cukup besar, ada 10 kg, 100 kg, hingga 400 kg lebih," ujar Sufyan.
Menurut dia, sindikat memanfaatkan masa pandemi karena merasa lebih leluasa beraktivitas. Tapi petugas juga lebih waspada. “Alhamdulillah kita bisa ungkap, baik dari pihak kepolisian, BNN, maupun TNI. Kemarin kami dapat ganja di Cimahi, lalu Cicadas (Kota Bandung) dan 100 kilogram ganja di Sukabumi. Itu (pengungkapan kasus) di masa pandemi," tutur Sufyan.
Menurut Sufyan, peta nasional menunjukkan sindikat narkotika internasional yang menyelundupkan barang haram itu ke Indonesia berasal dari China dan Iran.
(Baca: 402 Kg Sabu-sabu Diamankan Tim Satgasus Bareskrim Polri di Sukabumi)
"Bukti penangkapan ada di Samarinda kemudian Batam, Medan, Banten, dan Bekasi, juga di Sukabumi. Barang buktinya juga cukup besar, ada 10 kg, 100 kg, hingga 400 kg lebih," ujar Sufyan.
Menurut dia, sindikat memanfaatkan masa pandemi karena merasa lebih leluasa beraktivitas. Tapi petugas juga lebih waspada. “Alhamdulillah kita bisa ungkap, baik dari pihak kepolisian, BNN, maupun TNI. Kemarin kami dapat ganja di Cimahi, lalu Cicadas (Kota Bandung) dan 100 kilogram ganja di Sukabumi. Itu (pengungkapan kasus) di masa pandemi," tutur Sufyan.
(muh)