Mayor Oking Pejuang Penumpas PKI Muso yang Namanya Diabadikan untuk Jalan di Bogor dan Bekasi
Kamis, 11 November 2021 - 05:35 WIB
Pada tahun 1948 pasukan yang dipimpin Mayor Oking sempat bermarkas di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Tak berselang lama pasukan yang dipimpin Mayor Oking hijrah bersama pasukan Siliwangi ke Jogjakarta untuk penumpasan untuk menumpas gembong PKI Muso.
Saat itu Mayor Oking didapuk sebagai Komandan Kompi, adapun Komandan Batalion dipimpin Jenderal Umar Wirahadi Kusuma. Pada pertempuran melawan PKI Muso di Stasiun Solo Balapan, lengan kanan Mayor Oking tertembak sehingga harus di amputasi di Rumah Sakit Solo.
Setelah pulang dari RS Solo, Mayor Oking dikunjungi dan dipeluk Jenderal Soedirman disaksikan oleh Jendral Gatot Subroto dan Jendral A.H. Nasution (Gatot Subroto & A.H. Nasution belum menjadi Jendral saat itu). Baca: Hari Pahlawan, Pemprov DKI buat Tradisi Baru Ziarah ke Makam MH Thamrin
Setelah itu pasukan Siliwangi kembali ke Jawa Barat dengan berjalan kaki selama 3 bulan. Mereka melakukan perjalanan pada malam hari, karena jika melakukan perjalanan siang hari akan diperangi oleh penjajah Inggris. Setelah sampai di Jawa Barat, pasukan ini bermarkas di Teluk Jambe, Karawang.
Tak hanya menumpang PKI Muso, pasukan Mayor Oking juga melakukan penumpasan gerombolan DI/TII di Gunung Salak pimpinan Palar. Mayor Oking meninggal dunia pada tanggal 7 Oktober 1963 dalam keadaan sakit.
Saat itu Mayor Oking didapuk sebagai Komandan Kompi, adapun Komandan Batalion dipimpin Jenderal Umar Wirahadi Kusuma. Pada pertempuran melawan PKI Muso di Stasiun Solo Balapan, lengan kanan Mayor Oking tertembak sehingga harus di amputasi di Rumah Sakit Solo.
Setelah pulang dari RS Solo, Mayor Oking dikunjungi dan dipeluk Jenderal Soedirman disaksikan oleh Jendral Gatot Subroto dan Jendral A.H. Nasution (Gatot Subroto & A.H. Nasution belum menjadi Jendral saat itu). Baca: Hari Pahlawan, Pemprov DKI buat Tradisi Baru Ziarah ke Makam MH Thamrin
Setelah itu pasukan Siliwangi kembali ke Jawa Barat dengan berjalan kaki selama 3 bulan. Mereka melakukan perjalanan pada malam hari, karena jika melakukan perjalanan siang hari akan diperangi oleh penjajah Inggris. Setelah sampai di Jawa Barat, pasukan ini bermarkas di Teluk Jambe, Karawang.
Tak hanya menumpang PKI Muso, pasukan Mayor Oking juga melakukan penumpasan gerombolan DI/TII di Gunung Salak pimpinan Palar. Mayor Oking meninggal dunia pada tanggal 7 Oktober 1963 dalam keadaan sakit.
Lihat Juga :