Tembok Graha Pejaten Roboh, 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka
Senin, 08 November 2021 - 15:51 WIB
Sebuah tembok roboh menerpa satu orang pedagang dan satu orang warga yang berteduh di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu 7 November 2021. Foto: MNC Portal/Ari Sandita Murti
JAKARTA - Sebuah tembok roboh menerpa satu orang pedagang dan satu orang warga yang berteduh di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan , Minggu 7 November 2021. Satu dari dua korban itu meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka karena tergencet tembok milik perumahan Pemda DKI tersebut.
Berdasarkan pantauan, tembok yang roboh itu masih tampak berada di posisi saat robohnya lantaran lokasi itu diberikan garis polisi guna keperluan penyelidikan. Adapun tembok tersebut milik Perumahan Graha Pejaten yang mana perumahan itu milik Pemda DKI Jakarta. Baca juga: Tembok Roboh, Polisi Evakuasi Bayi Terjebak Banjir di Jagakarsa
Tembok berpagar itu tampak mengeliling perumahan Pemda DKI yang lokasinya persis di pinggir Jalan Rusli Hakim dan Jalan Pejaten Raya. Tembok di sekeliling perumahan tersebut tampak sudah tua dan konturnya pun sudah mulai miring seolah bakal jatuh kapanpun tertiup angin, tak hanya di lokasi robohnya tembok.
Terpantau, tembok yang berada di sisi trotoar itu diberikan garis kuning agar tak dipakai orang untuk berteduh ataupun berjualan. Sebabnya, di trotoar pinggiran tembok tersebut kerap dipakai untuk berjualan oleh sejumlah PKL saat sore hingga malam hari.
Berdasarkan pantauan, tembok yang roboh itu masih tampak berada di posisi saat robohnya lantaran lokasi itu diberikan garis polisi guna keperluan penyelidikan. Adapun tembok tersebut milik Perumahan Graha Pejaten yang mana perumahan itu milik Pemda DKI Jakarta. Baca juga: Tembok Roboh, Polisi Evakuasi Bayi Terjebak Banjir di Jagakarsa
Tembok berpagar itu tampak mengeliling perumahan Pemda DKI yang lokasinya persis di pinggir Jalan Rusli Hakim dan Jalan Pejaten Raya. Tembok di sekeliling perumahan tersebut tampak sudah tua dan konturnya pun sudah mulai miring seolah bakal jatuh kapanpun tertiup angin, tak hanya di lokasi robohnya tembok.
Terpantau, tembok yang berada di sisi trotoar itu diberikan garis kuning agar tak dipakai orang untuk berteduh ataupun berjualan. Sebabnya, di trotoar pinggiran tembok tersebut kerap dipakai untuk berjualan oleh sejumlah PKL saat sore hingga malam hari.
Lihat Juga :