Buru Pelaku Tabrak Lari di Antasari, Polisi Teliti Rekaman CCTV
Rabu, 03 November 2021 - 21:38 WIB
Polisi memberikan atensi kepada Satlantas Jakarta Selatan untuk segera mengungkap kasus kecelakaan tersebut. Sebab, kasus ini menjadi perhatian publik sehingga harus ditangkap pelakunya.
Pria berinisial AK (45) menjadi korban tewas tabrak lari. Korban meninggal dunia setelah tubuhnya terpental lalu membentur tiang beton Flyover Antasari. Terkait korban yang diduga petinggi BUMN beredar di media sosial adanya foto karangan bunga belasungkawa dari seseorang pada korban. Pada karangan bunga itu tertulis ucapan duka cita berasal dari Direktur SEVP & Karyawan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), hanya saja hal itu belum terkonfirmasi.
Baca juga: Pria Ini Meninggal Setelah Jadi Korban Tabrak Lari di Meruya, Jakbar
Warga setempat, Putra mengatakan, kecelakaan itu berawal saat AK menitipkan mobilnya ke tempat cuci steam yang tak jauh dari lokasi kejadian. Selama ini, korban merupakan pelanggan tempat cucian mobil itu. "Memang langganan dia cuci mobil di sini. Kemarin itu cuci mobil lalu ditinggal. Dia jalan mau shalat Subuh ke masjid," ucapnya.
Adapun masjid yang dituju korban yakni Masjid Al-Ikhlas yang hanya berjarak beberapa meter dari korban ditabrak. Korban mengalami luka parah di bagian kepala. Dari rekaman CCTV, korban ditabrak mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. "Korban lukanya parah. Kalau dilihat dari rekaman CCTV itu ditabrak kenceng sama mobil sampai membentur beton," ujarnya.
Pria berinisial AK (45) menjadi korban tewas tabrak lari. Korban meninggal dunia setelah tubuhnya terpental lalu membentur tiang beton Flyover Antasari. Terkait korban yang diduga petinggi BUMN beredar di media sosial adanya foto karangan bunga belasungkawa dari seseorang pada korban. Pada karangan bunga itu tertulis ucapan duka cita berasal dari Direktur SEVP & Karyawan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), hanya saja hal itu belum terkonfirmasi.
Baca juga: Pria Ini Meninggal Setelah Jadi Korban Tabrak Lari di Meruya, Jakbar
Warga setempat, Putra mengatakan, kecelakaan itu berawal saat AK menitipkan mobilnya ke tempat cuci steam yang tak jauh dari lokasi kejadian. Selama ini, korban merupakan pelanggan tempat cucian mobil itu. "Memang langganan dia cuci mobil di sini. Kemarin itu cuci mobil lalu ditinggal. Dia jalan mau shalat Subuh ke masjid," ucapnya.
Adapun masjid yang dituju korban yakni Masjid Al-Ikhlas yang hanya berjarak beberapa meter dari korban ditabrak. Korban mengalami luka parah di bagian kepala. Dari rekaman CCTV, korban ditabrak mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. "Korban lukanya parah. Kalau dilihat dari rekaman CCTV itu ditabrak kenceng sama mobil sampai membentur beton," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :