Diduga Jadi Korban KDRT, WNA Panama Minta Bantuan Jokowi

Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:25 WIB
Faktanya PSV sengaja tidak memperpanjang KITAP R dan 2 anaknya serta berupaya mendeportasikan, bahkan memisahkan antara R dengan anak-anak kandungnya.

Elza menduga PSV berhasil menguasai penegak hukum karena menggunakan jasa advokat atau pengacara ternama. "Sehingga bisa menguasai seluruh instansi seperti Imigrasi dan MA agar dapat memenangkan perkaranya," ujarnya.

Dia berharap para lembaga terkait membuka mata hatinya untuk memperjuangkan nasib ibu dan kedua anaknya yang diduga menjadi korban KDRT.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mengatakan, 2 anak tersebut mengalami trauma mendalam. "Bahkan, APV sampai takut dan menyatakan ingin bunuh diri karena tidak tahan dengan kelakuan sang ayah," ujarnya.

Sementara itu, APV bocah 11 tahun meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Pak Jokowi, tolong bantu saya. Saya dan adik saya mau ikut ibu," kata APV.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!