FOI Kampanyekan Kebiasaan Makan Sehat untuk Anak lewat Program Bikin Dapur Ngebul
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:53 WIB
Wakil Ketua Forikan Pusat Soenan Hadi Poernomo dan pemandu acara Novan Maridal saat kampanye Dapur Ngebul di Kebun Pangan Komunitas (KEPAK) FOI Kembangan, Jakarta Barat. Foto/Ist
JAKARTA - Foodbank of Indonesia (FOI) meluncurkan Kampanye Bikin Dapur Ngebul di salah satu Kebun Pangan Komunitas (KEPAK) di Kembangan, Jakarta Barat . Kegiatan ini untuk menekan angka kelaparan dan stunting pada anak Indonesia.
Pendiri Foodbank of Indonesia M Hendro Utomo mengatakan, kegiatan yang bertema “Bikin Dapur Ngebul, Bikin Anak Unggul merupakan ajakan untuk lebih peduli terhadap kebiasaan pemberian makan pada anak dengan kembali menghidupkan dapur dengan menggunakan bahan pangan lokal seperti ikan. (Baca juga; 6 Warung Makan Murah di Malang, Cocok untuk Kantong Mahasiswa )
“Kebiasaan makan anak dibentuk dan dimulai dari orang terdekat yaitu orang tua dan keluarganya. Kebiasaan tersebut akan berpengaruh terhadap kesesuaian pemenuhan kebutuhan gizi anak. Bersama dengan KKP, FTP UGM dan para mitra berharap pergerakan ini dapat mendukung tumbuh kembang anak Indonesia lebih optimal,” ujar Hendro dalam keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).
Dia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi isu dalam pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal adalah fenomena kelaparan. Hasil riset FOI tahun 2020 menunjukkan bahwa 27% balita Indonesia pergi ke sekolah (PAUD) dalam keadaan lapar karena tidak sarapan. Bahkan, di wilayah padat penduduk di perkotaan mencapai 40-50% balita.
Pendiri Foodbank of Indonesia M Hendro Utomo mengatakan, kegiatan yang bertema “Bikin Dapur Ngebul, Bikin Anak Unggul merupakan ajakan untuk lebih peduli terhadap kebiasaan pemberian makan pada anak dengan kembali menghidupkan dapur dengan menggunakan bahan pangan lokal seperti ikan. (Baca juga; 6 Warung Makan Murah di Malang, Cocok untuk Kantong Mahasiswa )
“Kebiasaan makan anak dibentuk dan dimulai dari orang terdekat yaitu orang tua dan keluarganya. Kebiasaan tersebut akan berpengaruh terhadap kesesuaian pemenuhan kebutuhan gizi anak. Bersama dengan KKP, FTP UGM dan para mitra berharap pergerakan ini dapat mendukung tumbuh kembang anak Indonesia lebih optimal,” ujar Hendro dalam keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).
Dia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi isu dalam pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal adalah fenomena kelaparan. Hasil riset FOI tahun 2020 menunjukkan bahwa 27% balita Indonesia pergi ke sekolah (PAUD) dalam keadaan lapar karena tidak sarapan. Bahkan, di wilayah padat penduduk di perkotaan mencapai 40-50% balita.
Lihat Juga :