908 Warga Bandung Barat Alami Gangguan Kejiwaan Selama Pandemi COVID-19

Rabu, 13 Oktober 2021 - 20:45 WIB
Menurutnya, ratusan orang yang mengalami gangguan kejiwaan itu penyebabnya berbeda-beda. Seperti karena faktor biologis, psikologis, ekonomi, hingga faktor lingkungan. Oleh karenanya perawatan yang diberikan pun berbeda-beda sesuai dengan tingkatan penyakitnya.

"Perawatannya ada yang di puskesmas dan rumah sakit. Namun untuk yang gangguan kejiwaannya masih level rendah kadang dirawat di rumah dan petugas yang datang monitoring secara berkala," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, orang dengan gangguan kejiwaan itu harus diketahui juga latar belakangnya. Seperti ada atau tidaknya keluarga yang gangguan jiwa, karena penyakit ini merupakan penyakit yang bisa ditularkan. Sehingga penyebabnya bisa saja karena faktor genetika dari keluarganya.

Disinggung soal seorang warga di Kampung Ciwaruga, Parongpong, yang mengamuk hingga menusuk tiga warga, Dewi menyebutkan, bisa saja karena tidak mendapat perawatan hingga menyebabkan emosinya labil. Semestinya, pihak keluarga sudah bisa mendeteksi gejala gangguan jiwa tersebut sejak awal dan melihat perilaku kesehariannya.

"Kalau mendapat perawatan sejak jauh-jauh hari bisa diminimalisir, karena pasti akan dipantau oleh dokter. Ini kan karena memang tidak terpantau dan tidak dalam pengobatan, jadi sewaktu-waktu sifat agresifnya bisa muncul," pungkasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!