Kesetiaan 2 Istri Ronggolawe, Rela Tusuk Diri dengan Keris di Depan Jasad Sang Suami

Rabu, 13 Oktober 2021 - 13:25 WIB
Di saat Raden Wijaya masih dikejar-kejar pengikut Jayakatwang, Adipati Sumenep Banyak Wide juga yang menjadi pelindungnya. Di Kadipaten Sumenep Madura, menantu Raja Kertanegara itu bersembunyi.

Atas saran Banyak Wide juga, Raden Wijaya memperoleh hutan Tarik yang kelak berdiri Kerajaan Majapahit.

Banyak Wide hanya bisa tertegun dan merenung. Ronggalawe, putranya telah gugur secara tragis. Mati dengan cap sebagai pemberontak karena melawan Kerajaan Majapahit. Kerajaan yang ia pernah ikut mendirikannya.

Pada hari kelima peperangan antara prajurit Tuban dengan Majapahit, Ronggalawe bertemu Mantri Jaladi Kebo Anabrang.

Duel tak terelakkan. Di aliran sungai Tambak Beras, Jombang. Ronggalawe yang berani melawan Majapahit karena menolak pengangkatan Nambi sebagai Mahapatih tidak berkutik.

Pitingan tubuh Kebo Anabrang yang sekaligus membenamkan kepala Ronggalawe ke dalam air, membuat Adipati Tuban itu meregang nyawa.

Lembu Sora yang merupakan paman Ranggalawe, tidak tega menyaksikan proses kematian keponakannya. Sora sontak meradang, begitu melihat Kebo Anabrang masih juga mencaci Ranggalawe yang sudah menjadi mayat.

Dengan sebilah keris, Patih Kediri itu menikam Kebo Anabrang hingga tewas.

Sementara usai menyatakan tekad berbela pati menyusul suami (Ranggalawe), Nyi Tirtawati dan Nyi Mertaraga, langsung meminta restu Ki Ageng Palandhongan, ayahnya. Kaki Ki Ageng Palandhongan dan istri, dicium sekaligus memohon pamit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!