Resmikan RS Lapangan Covid-19, Doni Monardo Minta Pasien Tidak Penuh
Selasa, 02 Juni 2020 - 20:30 WIB
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Jatim dalam menggagas pembuatan RS Lapangan Covid-19. Pihaknya, juga akan terus mendukung upaya yang dilakukan Pemprov Jatim untuk mempercepat penanganan Covid-19. “Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kami akan mendukung semua upaya Pemprov Jatim dalam menangani Covid-19,” katanya.
Gubernur Jatim Khofifah menjelaskan, saat ini RS Lapangan memiliki total kapasitas mencapai 271 bed. Jika terus dimaksimalkan maka kapasitasnya mampu mencapai hingga untuk 571 orang pasien.
Dengan ekstensifikasi ini, akan semakin banyak pasien positif kondisi ringan hingga sedang yang bisa ditampung untuk dilakukan perawatan. “Sehingga, daya tampung di RS rujukan bisa semakin besar,” ujarnya.
Untuk diketahui, RS Lapangan Covid-19 ini dibangun dengan dua basis utama. Yakni gedung dan tenda. Satu gedung utama dan lima ruangan berbasis tenda. Kelima tenda tersebut dibagi peruntukannya untuk tenda pasien wanita, tenda pasien pria, tenda screening dan tenda untuk keperluan administrasi.
Sedangkan untuk kesediaan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim telah melakukan kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Bersama IDI dan PPNI telah dilakukan perekrutan tenaga relawan guna pengoptimalan pelayanan medis bagi pasien. Dan hingga saat ini, telah dilakukan pembekalan relawan RS Lapangan untuk gelombang kedua.
Gubernur Jatim Khofifah menjelaskan, saat ini RS Lapangan memiliki total kapasitas mencapai 271 bed. Jika terus dimaksimalkan maka kapasitasnya mampu mencapai hingga untuk 571 orang pasien.
Dengan ekstensifikasi ini, akan semakin banyak pasien positif kondisi ringan hingga sedang yang bisa ditampung untuk dilakukan perawatan. “Sehingga, daya tampung di RS rujukan bisa semakin besar,” ujarnya.
Untuk diketahui, RS Lapangan Covid-19 ini dibangun dengan dua basis utama. Yakni gedung dan tenda. Satu gedung utama dan lima ruangan berbasis tenda. Kelima tenda tersebut dibagi peruntukannya untuk tenda pasien wanita, tenda pasien pria, tenda screening dan tenda untuk keperluan administrasi.
Sedangkan untuk kesediaan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim telah melakukan kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Bersama IDI dan PPNI telah dilakukan perekrutan tenaga relawan guna pengoptimalan pelayanan medis bagi pasien. Dan hingga saat ini, telah dilakukan pembekalan relawan RS Lapangan untuk gelombang kedua.
(msd)
Lihat Juga :