Selama Pandemi, Pengiriman Barang Farmasi dan Toko Online Meningkat 70 Persen
Kamis, 07 Oktober 2021 - 21:45 WIB
Musda DKI Jakarta Klub Logindo di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (7/10/2021). Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat hampir semua sektor perekonomian mengalami penurunan hingga terpuruk tak terkecuali pengiriman logistik. Meski demikian, setidaknya ada sejumlah pengiriman yang mengalami peningkatan seperti barang toko online dan obat-obatan ( farmasi ).
Ketua Umum Perkumpulan Kolaborasi Lintas Usaha Bersama Logistik Indonesia (Klub Logindo) Mustadjab Susilo Basuki mengatakan, bisnis logistik yang paling mengalami penurunan saat pandemi. Seperti pengiriman logistik yang berkaitan dengan bahan baku pabrik manufaktur dan automotif. Khusus untuk automotif hal ini berkaitan ekspor yang juga menurun. “Namun, ternyata untuk farmasi dan segala macam justru meningkat,” ujar Mustadjab di sela-sela Musda DKI Jakarta Klub Logindo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (7/10/2021).
Peningkatan di bidang farmasi adalah hal yang paling tidak terduga. Apalagi para pengusaha logistik turut terlibat dalam program vaksinasi di Indonesia dengan membawa dosis vaksin ke sejumlah daerah. “Kami juga mendapatkan kuota banyak daripada transportasi delivery farmasi dan produk lainnya. Kami juga menjadi bagian dari pemerintah untuk menyalurkan vaksinasi,” katanya.
Baca juga: Paracetamol Teluk Jakarta Tinggi, Akibat Buruknya Pengelolaan Limbah Farmasi
Ketua Umum Perkumpulan Kolaborasi Lintas Usaha Bersama Logistik Indonesia (Klub Logindo) Mustadjab Susilo Basuki mengatakan, bisnis logistik yang paling mengalami penurunan saat pandemi. Seperti pengiriman logistik yang berkaitan dengan bahan baku pabrik manufaktur dan automotif. Khusus untuk automotif hal ini berkaitan ekspor yang juga menurun. “Namun, ternyata untuk farmasi dan segala macam justru meningkat,” ujar Mustadjab di sela-sela Musda DKI Jakarta Klub Logindo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (7/10/2021).
Peningkatan di bidang farmasi adalah hal yang paling tidak terduga. Apalagi para pengusaha logistik turut terlibat dalam program vaksinasi di Indonesia dengan membawa dosis vaksin ke sejumlah daerah. “Kami juga mendapatkan kuota banyak daripada transportasi delivery farmasi dan produk lainnya. Kami juga menjadi bagian dari pemerintah untuk menyalurkan vaksinasi,” katanya.
Baca juga: Paracetamol Teluk Jakarta Tinggi, Akibat Buruknya Pengelolaan Limbah Farmasi
Lihat Juga :