Hari Batik Nasional, Ratusan Pesepeda di Bogor Lega Akhirnya Bisa Gowes Bareng
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 17:27 WIB
Memperingati Hari Batik Nasional, ratusan pesepeda dari 16 komunitas mengitari seputaran Sistem Satu Arah (SSA), Kota Bogor, Sabtu (2/10/2021). Foto: MNC Portal/Putra Ramadhani Astyawan
BOGOR - Memperingati Hari Batik Nasional , ratusan pesepeda dari 16 komunitas mengitari seputaran Sistem Satu Arah (SSA), Kota Bogor. Pesepeda yang tergabung dalam Bike To Work merasa lega akhirnya bisa gowes bareng di masa PPKM ini.
"Ada sekitar 200 yang ikut, cukup lumayan di masa pandemi ini kita bisa berkumpul bersilaturahmi. Ada sekitar 16 komunitas yang hadir meramaikan kegiatan kita ini dari Bogor. Tapi ada juga dari Jakarta yang bergabung, datang dari Subuh," ujar Koordinator Bike To Work Wilayah Bogor Roni Wang kepada wartawan di Tugu Kujang, Sabtu (2/10/2021).
Baca juga: Posting Berbatik Bersepeda Bergembira, Warganet: Malas Ah, Pak Anies Pembohong?
Adapun rute yang dilalui pesepeda Bike To Work dimulai dari titik start Lawang Salapan, lalu mengitari SSA, dan berakhir di Tugu Kujang. Tujuan dari kegiatan ini yakni mengampanyekan batik kepada masyarakat sebagai warisan leluhur dengan bersepeda.
"Kita berkampanye supaya masyarakat melihat kita sangat menjaga budaya yang diwariskan oleh leluhur kita, supaya terjaga sampai nanti. Jadi kita kampanye batik dan kampanye bersepeda," ungkap Roni.
"Ada sekitar 200 yang ikut, cukup lumayan di masa pandemi ini kita bisa berkumpul bersilaturahmi. Ada sekitar 16 komunitas yang hadir meramaikan kegiatan kita ini dari Bogor. Tapi ada juga dari Jakarta yang bergabung, datang dari Subuh," ujar Koordinator Bike To Work Wilayah Bogor Roni Wang kepada wartawan di Tugu Kujang, Sabtu (2/10/2021).
Baca juga: Posting Berbatik Bersepeda Bergembira, Warganet: Malas Ah, Pak Anies Pembohong?
Adapun rute yang dilalui pesepeda Bike To Work dimulai dari titik start Lawang Salapan, lalu mengitari SSA, dan berakhir di Tugu Kujang. Tujuan dari kegiatan ini yakni mengampanyekan batik kepada masyarakat sebagai warisan leluhur dengan bersepeda.
"Kita berkampanye supaya masyarakat melihat kita sangat menjaga budaya yang diwariskan oleh leluhur kita, supaya terjaga sampai nanti. Jadi kita kampanye batik dan kampanye bersepeda," ungkap Roni.
Lihat Juga :