Rencana Wisata Malam Kebun Raya Bogor Dikritisi, Begini Jawaban BRIN dan Operator
Selasa, 28 September 2021 - 21:13 WIB
Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah Kedeputian Infrastruktur Riset BRIN Hendro Wicaksono mengaku akan melakukan kajian lagi terkait rencana dibukanya atraksi malam GLOW di Kebun Raya Bogor. MPI/Putra Ramadhani Astyawan
BOGOR - Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah Kedeputian Infrastruktur Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hendro Wicaksono mengaku akan melakukan kajian lagi terkait rencana dibukanya atraksi malam atau lampu bernama GLOW di Kebun Raya Bogor. Dia menegaskan, BRIN tetap menjaga marwah konservasi Kebun Raya Bogor.
"Itu perlu dikaji lagi sesuai arahan Pak Wali Kota. Kita kaji lagi pengaruh-pengaruhnya, karena belum pernah dibuka. Jadi kita belum tahu, ini akan mengkaji. Sementara untuk hal-hal konservasi itu dijaga bahwa sesuai peraturan LIPI Nomor 4 Tahun 2019 bahwa lahan hijau itu harus 80 persen, konstruksi 20 persen saja. Itu yang akan kita jaga terus," kata Hendro, di teras Balai Kota Bogor, Selasa (28/9/2021).
Hendro menambahkan, sebenarnya sudah melakukan kajian secara internal terhadap rencana wisata malam itu. Misalnya terkait penggunaan lampu. "Kajian dampaknya misal gak boleh pakai lampu panas, makanya mereka pakai lampu LED. Sekarang karena ada pertanyaan dari masyarakat, ya sudah dikaji (lagi)," bebernya. (Baca juga; Pemkot Bogor Minta Rencana Atraksi Malam di Kebun Raya Dikaji Lebih Dalam )
Nantinya, pihaknya akan membeberkan secara lebih rinci terkait kajian yang telah dilakukan sebelumnya. Karena, sekarang masih berupa data-data ilmiah. "Belum bisa kita publish hasilnya karena memang masih data sekunder katakanlah. Nanti kita kemas dulu, kita narasikan supaya publik tidak bingung," jelas Hendro.
"Itu perlu dikaji lagi sesuai arahan Pak Wali Kota. Kita kaji lagi pengaruh-pengaruhnya, karena belum pernah dibuka. Jadi kita belum tahu, ini akan mengkaji. Sementara untuk hal-hal konservasi itu dijaga bahwa sesuai peraturan LIPI Nomor 4 Tahun 2019 bahwa lahan hijau itu harus 80 persen, konstruksi 20 persen saja. Itu yang akan kita jaga terus," kata Hendro, di teras Balai Kota Bogor, Selasa (28/9/2021).
Hendro menambahkan, sebenarnya sudah melakukan kajian secara internal terhadap rencana wisata malam itu. Misalnya terkait penggunaan lampu. "Kajian dampaknya misal gak boleh pakai lampu panas, makanya mereka pakai lampu LED. Sekarang karena ada pertanyaan dari masyarakat, ya sudah dikaji (lagi)," bebernya. (Baca juga; Pemkot Bogor Minta Rencana Atraksi Malam di Kebun Raya Dikaji Lebih Dalam )
Nantinya, pihaknya akan membeberkan secara lebih rinci terkait kajian yang telah dilakukan sebelumnya. Karena, sekarang masih berupa data-data ilmiah. "Belum bisa kita publish hasilnya karena memang masih data sekunder katakanlah. Nanti kita kemas dulu, kita narasikan supaya publik tidak bingung," jelas Hendro.
Lihat Juga :