Kekerasan Seksual Anak di Tangsel Tinggi, Pelaku Umumnya Orang Terdekat
Kamis, 23 September 2021 - 10:10 WIB
Ia menjelaskan, dari 70 kasus itu saat ini yang masih dalam penanganan di kepolisian berjumlah 14 kasus. Kasus-kasus tersebut kini dalam pengawalan P2TP2A. Sisanya sudah selesai dan berakhir damai dengan dilakukan mediasi antarkedua belah pihak.
"Rata-rata yang mediasi kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)," katanya.
Baca juga: Miris! Sejumlah Pelajar Jadi Begal Motor di Tangeran Selatan
Menurut dia, banyaknya laporan yang masuk menandakan kesadaran masyarakat dan keberanian korban untuk melapor di Tangsel sudah mulai terbangun.
"Banyaknya kasus bukan berarti kotanya tidak baik. Kasus meningkat, karena banyak masyarakat yang lapor. Pelakunya semua rata-rata orang terdekat, bisa tetangga, om, kakek, bahkan pelakunya ayah tiri," pungkasnya.
"Rata-rata yang mediasi kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)," katanya.
Baca juga: Miris! Sejumlah Pelajar Jadi Begal Motor di Tangeran Selatan
Menurut dia, banyaknya laporan yang masuk menandakan kesadaran masyarakat dan keberanian korban untuk melapor di Tangsel sudah mulai terbangun.
"Banyaknya kasus bukan berarti kotanya tidak baik. Kasus meningkat, karena banyak masyarakat yang lapor. Pelakunya semua rata-rata orang terdekat, bisa tetangga, om, kakek, bahkan pelakunya ayah tiri," pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :