Cegah Paham Radikal Terorisme, BNPT Silaturahmi Kebangsaan Ke Suku Baduy

Senin, 20 September 2021 - 18:44 WIB
“Masyarakat suku Baduy mayoritas belum terpapar paham radikal, Itu sebabnya kami memberikan vaksinasi ideologi melalui pendekatan wawasan kebangsaan, nilai agama, termasuk pendekatan ekonomi, seni dan budaya,” jelas mantan Wadanmentar Akpol ini.

Dia berharap kepada seluruh masyarakat elemen bangsa dan negara ini untuk selalu bisa membangun harmoni demi menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. “Karena keempatnya itu adalah konsensus nasional,” ujar alumni Akpol tahun 1989 ini.

Oleh karena itu, penanggulangan radikalisme terorisme dengan mengedepankan aspek pencegahan dilakukan dengan berbagai pendekatan. Pelaksanaannya tidak hanya dilakukan pendekatan hukum semata, tetapi juga dilakukan melalui pendekatan ekonomi dan sosial.

Baca juga: Ustaz Abu Sahid Chaniago Ditendang di Rahang, Pelaku Ngaku Tak Punya Agama



“Termasuk silaturahmi sekarang ini yang mana ada pengobatan gratis, membangun sarana ibadah yang mana itu semua adalah bagian daripada pencegahan yaitu Kesiapsiagaan Nasional, Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi, tetapi semuanya itu muaranya adalah untuk membangun moderasi bebangsa dan beragama sehingga terwujud harmonisasi bangsa Indoonesia,” ucap mantan Kabagbanops Densus 88/Anti Teror Polri ini.

Karena radikal terorisme ini menurutnya adalah gerakan politik yang ingin menguasai pemerintahan dan negara dengan mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi transnational serta ingin mengganti sistem negara dengan sistem agama menurut versi mereka.Kelompok tersebut ingin merusak toleransi dan harmonisasi bangsa Indonesia yang merupakan negerii dengan memiliki pluralitas dan heterogenitas yang sangat banyak,
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!