Hadir di 25 Provinsi, Garpu Siap Jadi Pendamping UMKM
Minggu, 19 September 2021 - 05:18 WIB
Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (Garpu) yang saat ini hadir di 25 provinsi di Indonesia siap menjadi pendamping para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Foto ist
JAKARTA - Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (Garpu) yang saat ini hadir di 25 provinsi di Indonesia siap menjadi pendamping para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ketua Umum Garpu, Jufri Lumintang mengatakan bahwa Garpu sangat diterima oleh pedagang dan UMKM di seluruh wilayah Indonesia.
"Sudah ada pembentukan kepengurusan DPW di 25 provinsi dari Sabang sampai Merauke. Ke depan kami segera akan melantik pengurus di tingkat daerah," ujar Jufri pada acara deklarasi dan pelantikan pengurus DPP Garpu di Jakarta, Sabtu (18/9/2021). Baca juga: Dilelang Ridwan Kamil, Harga Produk UMKM Lompat dari Rp5 Juta Jadi Rp100 Juta
Jufri berharap, kehadiran Garpu sebagai pendamping bagi pelaku UMKM di Indonesia bisa mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. “Komitmen kami adalah bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk pemerintah daerah dan seluruh stakeholders yang ada sehingga bisa memicu peningkatan aktifitas pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Jufri.
Jufri mengatakan, dirinya mengapresiasi kebijakan PPKM darurat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berbuah manis, yaitu menurunnya angka sebaran infeksi COVID-19. Keberhasilan penerapan PPKM darurat tersebut, menurut Jufri, berdampak pada peningkatan aktifitas ekonomi warga, khususnya para pelaku UMKM yang sejak awal pandemi pada Maret 2020 mengalami tekanan yang luar biasa.
“Kalau kita liat data BPS sepanjang Juli-Oktober 2020 kemarin, ada sekitar 60 juta pelaku UMKM yang mengalami dampak pandemi COVID-19. Dari data itu, 42 persen pelaku UMKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan akibat menurunnya daya beli masyarakat selama pandemi," katanya.
Selama penerapan PPKM darurat, sebagaimana data dan observasi Garpu terhadap para pelaku UMKM, kondisinya lebih memprihatinkan. Banyak pelaku UMKM yang menutup usaha karena omsetnya turun drastis 50-70 persen. Dengan kondisi itu, para pelaku sulit bertahan. Baca juga: Arti Warna Hijau, Oranye dan Merah di Fitur Safe Entrance Aplikasi PeduliLindungi
"Sudah ada pembentukan kepengurusan DPW di 25 provinsi dari Sabang sampai Merauke. Ke depan kami segera akan melantik pengurus di tingkat daerah," ujar Jufri pada acara deklarasi dan pelantikan pengurus DPP Garpu di Jakarta, Sabtu (18/9/2021). Baca juga: Dilelang Ridwan Kamil, Harga Produk UMKM Lompat dari Rp5 Juta Jadi Rp100 Juta
Jufri berharap, kehadiran Garpu sebagai pendamping bagi pelaku UMKM di Indonesia bisa mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. “Komitmen kami adalah bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk pemerintah daerah dan seluruh stakeholders yang ada sehingga bisa memicu peningkatan aktifitas pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Jufri.
Jufri mengatakan, dirinya mengapresiasi kebijakan PPKM darurat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berbuah manis, yaitu menurunnya angka sebaran infeksi COVID-19. Keberhasilan penerapan PPKM darurat tersebut, menurut Jufri, berdampak pada peningkatan aktifitas ekonomi warga, khususnya para pelaku UMKM yang sejak awal pandemi pada Maret 2020 mengalami tekanan yang luar biasa.
“Kalau kita liat data BPS sepanjang Juli-Oktober 2020 kemarin, ada sekitar 60 juta pelaku UMKM yang mengalami dampak pandemi COVID-19. Dari data itu, 42 persen pelaku UMKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan akibat menurunnya daya beli masyarakat selama pandemi," katanya.
Selama penerapan PPKM darurat, sebagaimana data dan observasi Garpu terhadap para pelaku UMKM, kondisinya lebih memprihatinkan. Banyak pelaku UMKM yang menutup usaha karena omsetnya turun drastis 50-70 persen. Dengan kondisi itu, para pelaku sulit bertahan. Baca juga: Arti Warna Hijau, Oranye dan Merah di Fitur Safe Entrance Aplikasi PeduliLindungi
Lihat Juga :