SDN Podoroto Jombang Disatroni Maling, Laptop dan LCD Raib
Rabu, 15 September 2021 - 05:09 WIB
"Di ruang guru itu ada 1 laptop 2 printer 1 mouse dan sepatu baru milik salah satu guru di sini juga dibawa pelaku. Selain itu monitor CCTV, mesin CCTV, dan 2 speaker sound system di ruang kepala sekolah juga hilang. Kerugian sekitar Rp30 jutaan," ucap Rofiq.
Sejauh ini, aksi pencurian itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Menurut Rofiq, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan ke lokasi. Sayangnya, pelaku juga mengambil alat CCTV di sekolah itu, sehingga membuat petugas kesulitan mengidentifikasi para pelaku pencurian tersebut.
"Sudah kita serahkan semua barang buktinya ke polisi. Kalau dugaan kami, pelakunya lebih dari satu orang," ungkap Rofiq.Baca juga: Niat Mau Temui Gadis Cantik Kenalan di Facebook, Pemuda Depok Ini Malah Kehilangan Motor
Tak hanya mengambil barang berharga di SDN Podoroto, aksi pencurian ini membuat PTM terbatas di sekolah tersebut terpaksa ditunda sementara. Lantaran pihak sekolah tidak ingin siswa terganggu jika ada petugas kepolisian melakukan penyelidikan ke sekolah. Sehingga untuk hari ini belajar kembali dialihkan dengan metode daring.
"PTM terbatas sementara diganti belajar dari rumah masing-masing (daring). Kami sudah koordinasi dengan Korwil. Harapan kami agar jika nanti ada pemeriksaan atau petugas yang datang ke sini tidak mengganggu siswa," tukas Rofiq.
Sejauh ini, aksi pencurian itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Menurut Rofiq, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan ke lokasi. Sayangnya, pelaku juga mengambil alat CCTV di sekolah itu, sehingga membuat petugas kesulitan mengidentifikasi para pelaku pencurian tersebut.
"Sudah kita serahkan semua barang buktinya ke polisi. Kalau dugaan kami, pelakunya lebih dari satu orang," ungkap Rofiq.Baca juga: Niat Mau Temui Gadis Cantik Kenalan di Facebook, Pemuda Depok Ini Malah Kehilangan Motor
Tak hanya mengambil barang berharga di SDN Podoroto, aksi pencurian ini membuat PTM terbatas di sekolah tersebut terpaksa ditunda sementara. Lantaran pihak sekolah tidak ingin siswa terganggu jika ada petugas kepolisian melakukan penyelidikan ke sekolah. Sehingga untuk hari ini belajar kembali dialihkan dengan metode daring.
"PTM terbatas sementara diganti belajar dari rumah masing-masing (daring). Kami sudah koordinasi dengan Korwil. Harapan kami agar jika nanti ada pemeriksaan atau petugas yang datang ke sini tidak mengganggu siswa," tukas Rofiq.
(don)
Lihat Juga :