32.265 Balita di Cimahi Alami Stunting, Dinkes: Asupan Gizi Tak Maksimal
Rabu, 15 September 2021 - 04:45 WIB
Salah satu kasus yang dikhawatirkan pada periode tersebut adalah stunting atau kondisi tubuh lebih pendek dari anak seusianya. Bahkan untuk menghindari hal tersebut, ketika anak masih berada dalam kandungan pun harus tetap dipantau.
Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19, maka orang tua harus memperhatikan tumbuh kembang anaknya. Pihaknya meminta kepada para orang tua agar memperhatikan tumbuh kembang anak khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) setelah kelahiran. Baca juga: Percepat Turunkan Angka Stunting, BKKBN Berharap Satu Desa Punya Satu Bidan
Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dikke Suseno Isako menambahkan, gagal tumbuh hingga menyebabkan stunting pada balita dikarenakan asupan gizi yang tidak maksimal, anemia pada ibu, hingga memiliki komorbid seperti TBC.
"Kondisi ibu saat mengandung nantinya akan berpengaruh pada anak saat dilahirkan. Makanya saat mengandung harus periksakan kehamilan minimal empat kali selama mengandung," ujarnya.
Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19, maka orang tua harus memperhatikan tumbuh kembang anaknya. Pihaknya meminta kepada para orang tua agar memperhatikan tumbuh kembang anak khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) setelah kelahiran. Baca juga: Percepat Turunkan Angka Stunting, BKKBN Berharap Satu Desa Punya Satu Bidan
Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dikke Suseno Isako menambahkan, gagal tumbuh hingga menyebabkan stunting pada balita dikarenakan asupan gizi yang tidak maksimal, anemia pada ibu, hingga memiliki komorbid seperti TBC.
"Kondisi ibu saat mengandung nantinya akan berpengaruh pada anak saat dilahirkan. Makanya saat mengandung harus periksakan kehamilan minimal empat kali selama mengandung," ujarnya.
(don)
Lihat Juga :