Hutan Bambu di Purwakarta Ditebang, Pengusaha Diamuk Dedi Mulyadi

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 12:31 WIB
"Saya tidak mau hutan dirusak pak. Atas nama apapun. Kalau bapak ngerti ekonomi, kami orang sini bisa hidup tanpa ada bapak sekalipun,"tegas pria yang akrab dipanggil Kang Dedi dengan nada tinggi dalam video tersebut.

Dedi mendatangi kawasan hutan bambu yang akan dialihpungsikan di wayah Sukasari, Purwamarta itu dan bertemu langsung dengan pengusahanya. Sebelumnya dia mendapat laporan ada perusahaan dan LMDH yang mengaku telah mengantongi izin perhutanan sosial akan melakukan penanaman pisang di sana. Mereka berdalih pisang lebih menguntungkan dibanding bambu.

Rencana itu banyak warga yang tidak setuju. Warga tidak mau ratusan hektare hutan bambu yang ada di desa mereka dialihfungsikan. Namun pengusaha dan LMDH tetap memaksakan kehendak. Beberapa hektare tanaman bambu sudah dibabat habis.

“Namanya perhutanan sosial itu menyejahterakan masyarakat, meningkatkan ekonominya. Bukan orang kota yang datang menggarap ke sini. Logikanya di mana hutan kok ditanami pisang. Itu mah perkebunan namanya,” kata Dedi.

Bagi Dedi, alih tanam dari bambu ke pisang malah akan memperburuk keadaan. Tanah yang labil di daerah sukasari akan menimbulkan longsor dan gerakan tanah, karena tanaman bambu yang berfungsi penahan longsor tidak ada. Belum lagi pisang akan membuat struktur tanah rapuh. Warga juga pernah menanam pisang namun gagal karena hama dan penyakit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!