Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
Rabu, 04 Agustus 2021 - 20:06 WIB
Menanggapi adanya kabar angin kencang di musim kemarau ini, Rakhmat mengatakan hal tersebut masih terbilang normal. Hal ini dipicu karena angin timuran yang dominan. Sehingga mempengaruhi angin kencang sesekali.
Dia pun mengimbau masyarakat daerah persawahan untuk waspada terjadinya kelangkaan air. "Waspada bagi daerah sawah tadah hujan. Sebab, intensitas hujan yang turun selama musim kemarau akan berkurang dan dapat memicu kelangkaan air," ucapnya.
Ia menambahkan, musim penghujan kemungkinan besar akan terjadi pada bulan September mendatang. "Bulan September mulai ada hujan kembali meski intensitasnya belum tinggi," tambahnya.
Baca Juga: Musim Kemarau Tetap Hujan di Maros, Begini Penjelasan BMKG
Sekedar diketahui, wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak April yang lalu. Namun sepekan terakhir, Kabupaten Maros selalu diguyur hujan.
Dia pun mengimbau masyarakat daerah persawahan untuk waspada terjadinya kelangkaan air. "Waspada bagi daerah sawah tadah hujan. Sebab, intensitas hujan yang turun selama musim kemarau akan berkurang dan dapat memicu kelangkaan air," ucapnya.
Ia menambahkan, musim penghujan kemungkinan besar akan terjadi pada bulan September mendatang. "Bulan September mulai ada hujan kembali meski intensitasnya belum tinggi," tambahnya.
Baca Juga: Musim Kemarau Tetap Hujan di Maros, Begini Penjelasan BMKG
Sekedar diketahui, wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak April yang lalu. Namun sepekan terakhir, Kabupaten Maros selalu diguyur hujan.
(agn)
Lihat Juga :