Aglomerasi Jabodebek, Pemkab Bekasi Tunggu Putusan Pemerintah Pusat Soal PPKM Level 4
Senin, 02 Agustus 2021 - 18:57 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi masih menunggu keputusan pemerintah pusat untuk penetapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) level 3.Sebab, situasi penambahan kasus Covid-19 dan keterisian di rumah sakit serta tempat isolasi terpusat mengalami penurunan.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, pemerintah daerah belum menetapkan diperpanjang atau tidaknya PPKM Level 4 di wilayahnya. Karena, Kabupaten Bekasi masih menunggu keputusan dari Pemerintah pusat.
“Belum ada penetapan dari pemerintah pusat (PPKM level 3), ikut pemerintah pusat,” kata Alamsyah kepada wartawan di Bekasi, Senin (2/8/2021). Baca juga: Nasib PPKM Level 4, Polisi: Tunggu Pengumuman dari Pak Presiden
Saat ini, kata dia, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Bekasi mengalami penurunan signifikan. BOR rumah sakit saat ini 56 persen, sedangkan untuk tempat isolasi terpusat 18 persen.Penambahan kasus baru dalam satu pekan terakhir ini sebanyak 150 kasus akan, angka kesembuhan juga lebih banyak dari kasus baru.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, pemerintah daerah belum menetapkan diperpanjang atau tidaknya PPKM Level 4 di wilayahnya. Karena, Kabupaten Bekasi masih menunggu keputusan dari Pemerintah pusat.
“Belum ada penetapan dari pemerintah pusat (PPKM level 3), ikut pemerintah pusat,” kata Alamsyah kepada wartawan di Bekasi, Senin (2/8/2021). Baca juga: Nasib PPKM Level 4, Polisi: Tunggu Pengumuman dari Pak Presiden
Saat ini, kata dia, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Bekasi mengalami penurunan signifikan. BOR rumah sakit saat ini 56 persen, sedangkan untuk tempat isolasi terpusat 18 persen.Penambahan kasus baru dalam satu pekan terakhir ini sebanyak 150 kasus akan, angka kesembuhan juga lebih banyak dari kasus baru.
Lihat Juga :