Kondisi Makin Sulit, Pedagang di Kota Serang Kibarkan Bendera Putih

Rabu, 28 Juli 2021 - 18:07 WIB
Pembatasan sampai pukul 20.00 WIB itu bagi dirinya sama saja tidak ada waktu kelonggaran untuk berjualan. "Karena saya kan mulai buka sekitar jam 18.00 WIB, masa baru dua jam harus tutup lagi," ungkapnya.

Sumanta mengaku sempat mendapat kabar baik tentang diperbolehkannya kembali berjualan, namun itu ternyata hanya kabar burung. Padahal waktu itu dirinya sudah membeli seluruh kebutuhan untuk berjualannya. "Akhirnya lelenya pada mati, ayam juga udah ga seger lagi," ucapnya.

Untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya keluarganya, ayah dua anak ini kerap meminjam ke tetangga, kadang juga meminta ke orang tua yang di kampung. "Ya mau gimana lagi mas, pendapatan ga dapet, bantuan dari pemerintah juga apalagi," pungkasnya.

Untuk itu, lanjutnya, ia bersama puluhan PKL yang berjualan di sini sepakat untuk mengibarkan bendera putih sebagai simbol menyerah. "Ini merupakan gerakan inisiatif dari masing-masing, karena kami semua sudah cape dan sangat dirugikan dari kebijakan pemerintah, tidak ada yang mengkordinatori," jelasnya.

Sumanta berharap pemerintah bisa segera melonggarkan jam operasional PKL. Kalaupun masih di masa Pandemi Covid-19, yang terpenting harus tetap menerapkan Prokes. "Kalau dibatasi dengan waktu pasti juga tidak akan berjalan dengan efektif," tegasnya
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!