237 Sapi Kurban Disembelih di RPH Tamangapa saat Idul Adha

Sabtu, 24 Juli 2021 - 10:33 WIB
Menurutnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19 dengan pemotongan secara konvensional dianggap cukup berisiko. Pemotongan di RPH Tamangapa dianggap sudah memenuhi sejumlah standar kesehatan, baik keamanan dan kebersihan. Terlebih hal ini disokong peralatan dan teknologi yang lebih mumpuni.

"Kerena ini bertahap, yah. Apa yang kita lakukan selama ini kemarin Idul Adha, sampai hari terkahir masih ada pemotongan. Kami bersyukur, ini kedepannya kita berharap pemotongan hewan kurban dipusatkan di RPH karena di masa pandemi ini lebih aman," sebut Erly.

Koordinator RPH Tamangapa , dr Ridwan menambahkan, pemotongan hewan secara konvensional dianggap memiliki sejumlah kelemahan. Selain memakan waktu cukup lama, prosesnya juga dianggap cukup menyiksa hewan ketika penyembelihan.

Berbeda halnya pemotongan yang dilakukan RPH Tamangapa. Kata dia sudah menganut konsep Animal Walfare dari World Organisation for Animal Health (OIE). "Ini mengatur tentang bagaimana perlakuan kita terhadap hewan sebelum dipotong. Karena ini juga ada kaitannya dengan kualitas daging yang dihasilkan. Outputnya," ujarnya.

Baca Juga: Lembaga Pengelola RPH Tamangapa Makassar Belum Jelas

Ridwan menuturkan, saat ini RPH Tamangapa dibekali tiga unit alat restraining box atau alat perebah sapi untuk keperluan pemotongan hewan. Tujuannya membuat hewan bisa lebih tenang sebelum disembelih. Selain itu RPH juga dibekali suplai air bersih dari PDAM untuk menjamin daging tetap steril.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!