Dampak Pandemi, Sopir Angkot di Salatiga Banting Stir Jadi Kuli Bangunan
Kamis, 22 Juli 2021 - 22:15 WIB
Wakil Ketua Satgas COVID-19 Kota Salatiga, Dance Ishak Palit saat memberikan bantuan berupa paket sembako kepada sopir angkot, Kamis (22/7/2021). Foto/Ist
SALATIGA - Pandemi COVID-19 berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Seperti yang dialami para sopir angkutan kota (angkot) di Salatiga.
Baca juga: COVID-19 di Klaten Meningkat, Kapolda Jateng Ajak Warga Terpapar Isolasi Terpusat
Semenjak pandemi COVID-19, usaha transportasi kolaps lantaran sepi penumpang. Pendapatan sopir pun tak menentu sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya mereka memilih alih profesi atau banting stir sebagai kuli bangunan dan bekerja serabutan yang bisa dikerjakan.
Baca juga: Gresik Geger, Pria Pemilik Salon Kabur Usai Pelanggan Berteriak Dilecehkan
"Teman-teman banyak yang alih profesi. Ada yang jadi kuli bangunan dan ada yang kerja serabutan agar bisa mendapatkan penghasilan. Ini imbas pandemi COVID-19," kata Ketua Induk Paguyuban Angkot Salatiga ( IPAS) Agus Siswanto di sela-sela menerima bantuan paket sembako dari Satgas COVID-19 Kota Salatiga, Kamis (22/7/2021).
Dia menyatakan, kondisi usaha transportasi nyaris gulung tikar ini, tentunya berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari kru angkot. Karena itu, mereka berupaya mencari pekerjaan lain agar bisa mendapatkan penghasilan.
Baca juga: COVID-19 di Klaten Meningkat, Kapolda Jateng Ajak Warga Terpapar Isolasi Terpusat
Semenjak pandemi COVID-19, usaha transportasi kolaps lantaran sepi penumpang. Pendapatan sopir pun tak menentu sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya mereka memilih alih profesi atau banting stir sebagai kuli bangunan dan bekerja serabutan yang bisa dikerjakan.
Baca juga: Gresik Geger, Pria Pemilik Salon Kabur Usai Pelanggan Berteriak Dilecehkan
"Teman-teman banyak yang alih profesi. Ada yang jadi kuli bangunan dan ada yang kerja serabutan agar bisa mendapatkan penghasilan. Ini imbas pandemi COVID-19," kata Ketua Induk Paguyuban Angkot Salatiga ( IPAS) Agus Siswanto di sela-sela menerima bantuan paket sembako dari Satgas COVID-19 Kota Salatiga, Kamis (22/7/2021).
Dia menyatakan, kondisi usaha transportasi nyaris gulung tikar ini, tentunya berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari kru angkot. Karena itu, mereka berupaya mencari pekerjaan lain agar bisa mendapatkan penghasilan.
Lihat Juga :