Anggota DPRD Sorot Temuan BPK Rp763 Miliar di 3 BUMD DKI Jakarta

Selasa, 13 Juli 2021 - 03:12 WIB
Diketahui, Federasi Otomotif Internasional telah mengumumkan kalender seri balap sementara mobil listrik Formula E musim 2020/2021 tersebut. Kalender seri sementara tersebut sudah disetujui oleh Dewan Motor Sport Dunia, pada Jumat 19 Juni 2021. Dalam jadwal tersebut, Jakarta tidak masuk dalam daftar. Seperti diketahui, seri di Jakarta sebelumnya batal digelar dengan alasan Pandemi Covid-19 .

Pria yang akrab disapa Kent itu pun kembali menegaskan meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk membatalkan pagelaran Formula E di Jakarta dan segera mengembalikan dana tersebut untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19. Berdasarkan pernyataan Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, bahwa pagelaran Formula E tidak akan dibatalkan, dan dananya tidak akan hangus serta digelar pada tahun 2022.

Kent mengaku heran dengan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tetap keukeuh untuk menyelenggarakan acara Formula E di Jakarta pada 2022. Padahal pandemi Covid-19 belum jelas kapan akan berakhir. Baca juga: Anies Doakan Pengangkatan Rangka Atap Stadion JIS Seberat 3.900 Ton Berjalan Mulus

"Kenapa tetap harus dipaksakan untuk menyelenggarakan Formula E di tengah Pandemi Covid-19, kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Sudah lah Pak Anies tak perlu mengatur siasat untuk tetap keukeuh menyelenggarakan pagelaran Formula E ini. Jadi pemimpin itu harus adaptif, harus bisa melihat perkembangan zaman. Pak Anies harus bisa mempertimbangkan untuk alasan kemanusiaan. Indonesia tidak ada urgensi untuk melaksanakan pagelaran ini, karena permasalahan pandemi Covid-19 yang semakin parah dan belum tahu kapan akan berakhir," tutur Kent.

Menurutnya, DKI Jakarta masih belum mampu untuk menggelar pagelaran Formula E di tengah landemi Covid-19 dan anggaran yang masih defisit. "Jangan sok-sok an, kita masih belum mampu. DKI Jakarta masih banyak kebutuhan yang mendesak, Masih banyak masyarakat DKI Jakarta yang kesusahan ekonomi karena akibat pandemi ini," katanya.

Kent menegaskan Tidak ada baiknya Pemprov DKI ngotot untuk mengadakan acara seperti ini, sebab anggaran masih defisit. Lebih banyak mudaratnya di banding manfaatnya jika ngotot tetap dilaksanakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!