Harga Gas Oksigen dan Obat Covid Melonjak, DPRD DKI Desak Pemerintah Lakukan Operasi Pasar
Selasa, 06 Juli 2021 - 09:32 WIB
Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI untuk melakukan operasi pasar untuk memantau pergerakan harga vitamin, obat dan oksigen.Foto/SINDOphoto/Ilustrasi.dok
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk melakukan operasi pasar untuk memantau pergerakan harga vitamin, obat dan oksigen . Pasalnya saat ini harga barang-barang tersebut melonjak.
Anggota Komisi C Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mengatakan, saat Jakarta darurat covid-19, kebutuhan akan obat-obatan, vitamin, dan tabung gas oksigen semakin tinggi. Hukum supply-demand, ketika permintaan meningkat maka harga akan melonjak.
"Kami berharap pelaku usaha tidak aji mumpung memanfaatkan situasi ditengah penderitaan masyarakat akibat wabah covid ini," kata Khoirudin, Selasa (6/7/2021). Baca: 22 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPW PKS DKI Jakarta itu menambahkan, untuk mengendalikan harga tabung oksigen, vitamin dan obat-obatan, meminta pemerintah mengawasi secara penuh pendistribusiannya. "Lakukan distribusi langsung (single level) ke rumah sakit dan masyarakat, potong jalur distribusi," ujarnya.
Anggota Komisi C Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mengatakan, saat Jakarta darurat covid-19, kebutuhan akan obat-obatan, vitamin, dan tabung gas oksigen semakin tinggi. Hukum supply-demand, ketika permintaan meningkat maka harga akan melonjak.
"Kami berharap pelaku usaha tidak aji mumpung memanfaatkan situasi ditengah penderitaan masyarakat akibat wabah covid ini," kata Khoirudin, Selasa (6/7/2021). Baca: 22 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPW PKS DKI Jakarta itu menambahkan, untuk mengendalikan harga tabung oksigen, vitamin dan obat-obatan, meminta pemerintah mengawasi secara penuh pendistribusiannya. "Lakukan distribusi langsung (single level) ke rumah sakit dan masyarakat, potong jalur distribusi," ujarnya.
Lihat Juga :