Kapolresta Manado Ikut Gali Pemakaman Jenazah Pasien COVID-19
Senin, 20 April 2020 - 18:14 WIB
"Saya langsung memerintahkan Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan, Kasat Narkoba AKP Temmi Tony dan Kasat Sabhara Kompol Supriyadi menyiapkan personel dan perlengkapan untuk pemakaman pasien PDP ke Desa Kembes. Ada 15 yang disiapkan. Sedangkan peralatan yang disiapkan sekop, cangkul, penerangan portable dan alat pelindung diri (APD) lengkap," terang Kapolresta.
Sekitar pukul 04.30 Wita, penggalian kubur dilakukan oleh tim rayon, tim inafis dan warga yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Manado didampingi Kasat Reskrim dan Kasat Sabhara. Beberapa jam kemudian penggalian selesai kemudian Kapolresta mengkoordinasikan pengantaran jenasah dari RSUP kandou dikawal oleh patwal Polresta Manado ke Desa Kembes.
"Saya juga berkoordinasi dengan petugas pemakaman dan Pemda Minahasa. Dari BPBD Minahasa hanya menyiapkan 3 petugas dan keluarga pasien hanya satu orang yang bisa ikut memakamkan. Warga Desa Kembes sendiri tidak ada mau. Sedangkan yang dibutuhkan harus 6 orang," tutur mantan Kapolres Minsel itu.
Karena tidak ada lagi yang bersedia sebagai petugas pemakaman, akhirnya Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polresta Manado dan 4 orang lainnya jadi sukarelawan petugas penakaman dengan memakai APD. "Pemakaman dimulai dengan doa dipimpin oleh pendeta. Pemakaman dilaksanakan dengan lancar, setelah selesai pemakaman APD langsung dibakar di lokasi," tuturnya.
Sekitar pukul 04.30 Wita, penggalian kubur dilakukan oleh tim rayon, tim inafis dan warga yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Manado didampingi Kasat Reskrim dan Kasat Sabhara. Beberapa jam kemudian penggalian selesai kemudian Kapolresta mengkoordinasikan pengantaran jenasah dari RSUP kandou dikawal oleh patwal Polresta Manado ke Desa Kembes.
"Saya juga berkoordinasi dengan petugas pemakaman dan Pemda Minahasa. Dari BPBD Minahasa hanya menyiapkan 3 petugas dan keluarga pasien hanya satu orang yang bisa ikut memakamkan. Warga Desa Kembes sendiri tidak ada mau. Sedangkan yang dibutuhkan harus 6 orang," tutur mantan Kapolres Minsel itu.
Karena tidak ada lagi yang bersedia sebagai petugas pemakaman, akhirnya Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polresta Manado dan 4 orang lainnya jadi sukarelawan petugas penakaman dengan memakai APD. "Pemakaman dimulai dengan doa dipimpin oleh pendeta. Pemakaman dilaksanakan dengan lancar, setelah selesai pemakaman APD langsung dibakar di lokasi," tuturnya.
(shf)
Lihat Juga :