Industri Nikel di Maluku Utara Pacu Pergerakan Ekonomi

Jum'at, 25 Juni 2021 - 07:15 WIB
“Jadi, total pegawai akan mencapai 32.000 orang pada tahun 2024. Tapi kalau nanti pengembangan lagi sampai kepada turunan lithium baterai, saya kira jumlah pegawai itu akan bisa hampir dua kali lipat dari situ. Nah, akibatnya apa? Itu jumlah penduduk daerah ini kan cuma 70.000, jadi sampai anak-anak yang baru lahir pun tidak cukup untuk tenaga kerja di sini,” imbuhnya.

Menko Luhut menuturkan, pertumbuhan ekonomi di Malut semakin meningkat pada 2024, di mana saat itu Indonesia akan menjadi salah satu produsen lithium baterai terbesar di dunia.

“Di mana nanti pakai pakai hydropower sehingga pakai green energy, dan itu akan diminati oleh banyak negara terutama di Eropa yang mereka pada tahun 2030 sudah tinggal menggunakan 15% fosil energi. Jadi kita memainkan peran strategis ke depan,” sambungnya.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, Luhut juga berharap pembangunan politeknik di Halmahera Tengah yang didukung PT IWIP dapat berjalan lancar. Nantinya, keberadaan politeknik tersebut diharapkan membantu meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.

“Semua nanti di industri seperti ini ada Politeknik yang khusus untuk anak-anak di sekitar pabrik untuk dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil dan dapat bersaing di Kawasan Industri,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!