Curhat Pedagang Pecel Lele dan Mi Ayam Terkait Pengetatan Jam Malam

Senin, 21 Juni 2021 - 19:57 WIB
"Contoh kita jaga jarak tempat duduk satu meter. Cuci tangan, engga boleh ngobrol deket-deket, ga boleh kerumunan, makan engga boleh lebih dari lima orang," kata pria asal Solo ini.

Baca juga: Libido Naik karena Divaksin, Pria 85 Tahun Langgar Jam Malam untuk Kencani PSK

Sama dengan Eko, pedagang Mi Ayam Syauqi (27) juga ikut dirugikan dengan aturan pembatasan jam malam. "Harus ada solusinya. Misalnya restoran tetap buka, tapi hanya melayani take away atau pesanan online. Jadi pendapatan bisa tetap masuk," ujar pedagang di Kedoya, Jakarta Barat ini.

Aturan ini juga berimbas kepada pemilik restoran yang memiliki karyawan di mana pemerintah harus melihat secara kontekstual betapa sulitnya mencari pekerjaan di tengah pandemi. "Sebab, pelaku usaha ini punya karyawan yang harus digaji. Kalau pendapatan dari usahanya menurun, semuanya jadi berimbas," ujar Syauqi.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!