Tim Gugus Tugas COVID-19 Diminta Terus Memutus Mata Rantai Corona

Senin, 21 Juni 2021 - 12:17 WIB
Perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng hingga kini masih terus bertambah, sehingga Tim Satgas Penanganan COVID-19 harus gencar lakukan tracing. iNews TV/Sigit
KOTAWARINGIN BARAT - Perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng hingga kini masih terus bertambah, sehinggaTim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 harus gencar lakukan tracing untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Ketua DPRDKobar Rusdi Gozali mengatakan, dengan digencarkannya tracking , maka penyebaran dapat segera diketahui dan langsung ditangani.



"Kami mengharapkan tim Satgas jangan lelah, lakukan tracking yang kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, ini upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Kita taukasus COVID-19 di Kobar terus mengalami peningkatan, kita sikapi dengan bijak, tidak apa - apa naik pada periode ini tapi periode berikutnya kita mengalami penurunan,karena semua orang tepapar COVID-19 sudah terdeteksi dan tertangani dengan baik," kata Rusdi Gozali saat meninjau vaksin massal di Aula Kantor Kelurahan Mendawai belum lama ini.

Sebab menurutnya, tracking kunci utama memutus mata rantai penyebaran, jika tracking tidak dilakukan dengan baik, maka dapat di bayangkan sebaran Covid-19 tidak terdeteksi dan angka kasus COVID-19 di Kobar akan meroket . Ini tugas berat bagi tim Satgas dan jangan lengah pada pengawasan.

"Keberhasilan tracking juga perlu peran aktif masyarakat, jika ada yang merasa telah kontak langsung dengan pasien positif COVID-19, maka segera lapor ke petugas kesehatan setempat, untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut, terkadang masyarakat banyak yang merasa malu sehingga memilih diam, meski pernah kontak langsung dengan pasien positif COVID-19, ingat terpapar COVID-19 bukan aib jadi jangan menutup diri," sebutnya.

Rusdi pun menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat yang di lakukan tim Satgas, dari gencarnya kegiatan razia protokol kesehatan, termasuk rapid test antigen acak, sampai dengan gencar melakukan vaksinasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!