Waspadai COVID-19 Varian Delta, Pemkot Semarang Tutup 8 Ruas Jalan

Sabtu, 19 Juni 2021 - 11:43 WIB
Melonjaknya angka kasus aktif COVID-19 di Kota Semarang Jawa Tengah, perlu mendapat penanganan serius. Terlebih, kini telah muncul COVID-19 varian Delt. Foto ilustrasi SINDOnews
SEMARANG - Melonjaknya angka kasus aktif COVID-19 di Kota Semarang Jawa Tengah, perlu mendapat penanganan serius. Terlebih, kini telah muncul COVID-19 varian Delta yang telah masuk ke daerah tetangga yakni Kabupaten Kudus.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengambil langkah tegas dalam rangka upaya pencegahan perluasan kasus. Dia memberikan instruksi Dinas Perhubungan Kota Semarang menutup beberapa ruas jalan yang berpotensi menimbulkan efek tingginya mobilitas hingga kerumunan warga. Penutupan ruas jalan tersebut dimulai Jumat 18 Juni pukul 22.00 WIB hingga Jumat 2 Juli. Baca juga: Kematian Global COVID-19 Tembus 4 Juta di Tengah Serbuan Varian Delta



"Jalan yang kita pilih untuk ditutup adalah jalan di kecamatan-kecamatan yang di dalam statistik Dinas Kesehatan warganya banyak yang kena seperti Tembalang, Pedurungan, Banyumanik, Semarang Barat, Semarang Selatan dan Ngaliyan," kata Hendi, sapaan Wali Kota Semarang, saat ditemui di kantornya, Jumat (18/6/2021).

Ruas jalan yang ditutup tersebut antara lain adalah Jalan Ngesrep Timur V (Prof. Sudarto) dari Simpang Jalan Setiabudi atau Patung Diponegoro, Jalan Gemah Raya dari Simpang Brigjend Sudiarto (Jalan Majapahit) sampai dengan Kedungmundu Raya, Jalan Letjen Soeprapto Kota Lama dari Simpang Cendrawasih sampai dengan Jalan Mpu Tantular, Jalan Imam Bardjo dari Simpang Jalan Pahlawan sampai dengan Simpang Jalan Singosari Raya, Jalan Klampisan Raya (Jalan Honggowongso).

Dari Simpang Jalan Prof. Hamka sampai dengan Simpang Jalan Srikaton Tengah, Jalan Gatot Subroto. Kemudian Jalan Supriyadi dari simpang Jalan Soekarno Hatta sampai dengan Jalan Brigjen Sudiarto atau Jalan Majapahit, Jalan Lamper Tengah Raya dari Simpang Brigjend Sudiarto atau Jalan Majapahit sampai dengan Jalan Tentara Pelajar serta Jalan Suratmo Raya dari simpang Abdurahman Saleh sampai dengan Jalan Simongan.

Hendi menekankan, penutupan jalan ini adalah sebagai upaya mengingatkan warga agar tetap mengurangi mobilitas sehingga bisa menekan kasus COVID-19. Bahkan pihaknya juga tidak akan menutup jalan di mana di wilayah tersebut tidak masuk dalam zona merah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!