Seniman Nyoman Nuarta Tak Terima Desain Istana Ibu Kota Negara Baru Disebut Plagiat

Selasa, 01 Juni 2021 - 20:15 WIB
Baca juga: Viral! Desain Garuda Istana Negara di Ibu Kota Baru, 5 Asosiasi Arsitek Berikan Kritik

Menurutnya desain Garuda atau Burung Elang dan Rajawali bukan barang baru dan di semua dunia kemungkinan ada. Namun tidak bisa digeneralisir bahwa ketika desain Garuda ada di Amerika diangap bahwa dirinya telah meniru.

Selama ini pun dirinya sudah banyak menghasilkan karya dengan ide dasar Burung Garuda. Seperti resort hotel di Batam, Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Soekarno-Hatta Terminal Tiga Banten, dan tentu saja GWK di Bali dengan berat 3.000 ton lebar 65 meter yang menjadi patung paling besar dengan tembaga di dunia.

"Garuda ada di mana-mana, tapi kan gayanya beda-beda termasuk karya saya juga. Meski banyak yang terilhami dari Burung Garuda tapi bentuknya tidak sama," kata seniman dari Tabanan, Bali, kelahiran 14 November 1951 ini.

Bagi pria yang juga memenangkan sayembara Monumen Proklamator (1979) ini, Burung Garuda bagi bangsa Indonesia adalah simbol persatuan. Selain itu Garuda juga menjadi pemererat bangsa, yang terdiri dari beragam etnis, agama, dan kepercayaan, sehingga menjadi rumah seluruh rakyat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!