Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi di Medan, Begini Ceritanya

Sabtu, 29 Mei 2021 - 19:47 WIB
Merasa ada yang tidak beres, teman korban tersebut lalu memanggil warga sekitar, dan selanjutnya menginformasikan kepada pihak kepolisian. "Kami warga takut masuk ke rumah, polisi yang melihat ke dalam korban terkapar di kamarnya, kakinya terikat" kata Mama Naomi.

Personel Polsek Medan Timur bersama dengan Tim Inafis Polrestabes Medan lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, sedangkan warung korban dipasang garis polisi."Bornap (panggilan akrab korban) sudah dua puluh tahunan tinggal disini. Dia ngontrak, tinggal seorang diri, janda belum punya anak. Seharinya berjualan, tabung gas, minyak, rokok," kata Mama Naomi.

Mama Naomi menduga, kejadian pembunuhan ini terjadi di atas jam 12 malam. "Pas hujan deras tadi malam mungkin, kami masuk rumah jam 12 malam, dia juga masuk jam segitu," katanya.

Menurut informasi yang ia terima, selain dibunuh korban juga kehilangan sejumlah harta benda dan perhiasannya. "Habis-la barangnya, keretanya (sepedamotor) juga hilang, emas-emasnya, rokoknya juga hilang. Dia ditikam di lehernya," ungkap Mama Naomi.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing membenarkan pihaknya telah mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut. Namun, dia tidak memberikan informasi detil kepada media. "Nanti diekspose," ujarnya singkat, Sabtu (29/5/2021).
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!