Video Viral Pesta Ultah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Ini Penjelasan Khofifah
Sabtu, 22 Mei 2021 - 15:09 WIB
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa akhirnya angkat bicara terkait video viral acara ulang tahunnya di Gedung Negara Grahadi di saat pandemi COVID-19, pada Rabu 19 Mei 2021 lalu. Foto/Ist
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa akhirnya angkat bicara terkait video viral acara ulang tahunnya di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya saat pandemi COVID-19, pada Rabu 19 Mei 2021 lalu.
Baca juga: Asyik Pesta Miras, 5 Remaja Putri dan 4 Remaja Putra Diringkus Satpol PP Ciamis
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa," kata Khofifah, Sabtu (22/5/2021).
Baca juga: Heboh! Pesta Ulang Tahun DJ Cantik Dea Alexa di Tempat Hiburan Malam Dibubarkan Paksa
Orang nomor satu di Jatim itu lantas membeber sejumlah poin mengenai acara tersebut. Khofifah menyebut syukuran Ultah tersebut semua persiapannya tanpa sepengetahuan apalagi persetujuannya. "Tidak ada lagu ulang tahun. Tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer. Juga tidak ada potong kue tart ultah," katanya.
Dalam acara tersebut, juga digelar santunan yatim dan sholawat nabi seperti kegiatan lainnya. Setidaknya, 10 anak yatim dan 2 orang tim sholawat dengan 6 orang rebana. Selesai acara mereka makan terus pulang. Ada juga penyerahan buku penanganan COVID-19 karya Dr Suko Widodo dari Universitas Airlangga (Unair).
Baca juga: Asyik Pesta Miras, 5 Remaja Putri dan 4 Remaja Putra Diringkus Satpol PP Ciamis
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa," kata Khofifah, Sabtu (22/5/2021).
Baca juga: Heboh! Pesta Ulang Tahun DJ Cantik Dea Alexa di Tempat Hiburan Malam Dibubarkan Paksa
Orang nomor satu di Jatim itu lantas membeber sejumlah poin mengenai acara tersebut. Khofifah menyebut syukuran Ultah tersebut semua persiapannya tanpa sepengetahuan apalagi persetujuannya. "Tidak ada lagu ulang tahun. Tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer. Juga tidak ada potong kue tart ultah," katanya.
Dalam acara tersebut, juga digelar santunan yatim dan sholawat nabi seperti kegiatan lainnya. Setidaknya, 10 anak yatim dan 2 orang tim sholawat dengan 6 orang rebana. Selesai acara mereka makan terus pulang. Ada juga penyerahan buku penanganan COVID-19 karya Dr Suko Widodo dari Universitas Airlangga (Unair).
Lihat Juga :