2023, Bekasi Targetkan 80% Wilayah Terlayani Air Bersih

Selasa, 18 Mei 2021 - 14:13 WIB
”Peningkatan pengoperasian itu membutuhkan dukungan baik pemerintah pusat maupun daerah dalam bentuk penyertaan modal sebab kami hanya sebagai operator,” ungkapnya. Usep menambahkan, pihaknya kini telah mulai mengaktivasi pengelolaan Water Treatment Plan (WTP) yang sebelumnya dikuasai swasta sebagai upaya meningkatkan pelayanan masyarakat. Baca: Rumah Pemudik Dipasangi Stiker, Wagub DKI: Tanggung Jawab di Era Keterbukaan

Dengan demikian, pemerintah sangat optimistis pengambilalihan pengelolaan ini mampu mendongkrak jumlah pelanggan baru PDAM Tirta Bhagasasi hingga 50.000 sambungan lebih.”Target kami 50 ribu lebih pelanggan air yang sebelumnya dikelola oleh swasta kami ambil alih. Jadi pelanggan swasta itu menjadi pelanggan kami dengan tarif sesuai PDAM,” ujarnya.

Direktur Teknik PDAM Tirta Bhagasasi Johny Dewanto menambahkan, pengalihan kelola ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pelanggan sebab tarif air sambungan untuk pelanggan air dari pemerintah tergolong lebih terjangkau daripada yang dikelola swasta. Selain memberi keuntungan bagi masyarakat, pengalihan kelola ini akan meningkatkan pendapatan daerah.

Dari 50.000 pelanggan baru itu, kata dia, keuntungan yang didapat ditaksir mencapai Rp4 miliar lebih per tahun. Selain itu target penambahan pelanggan lainnya juga dilakukan melalui seluruh kantor cabang. Ditargetkan jumlah pelanggan baru bisa bertambah mencapai 10.000 orang melalui setiap kantor cabang.

”Penambahan jumlah pelanggan ini merupakan bagian dari target perencanaan bisnis kami hingga 2023 mendatang, tentu ini akan semakin mengokohkan PDAM Tirta Bhagasasi sebagai perusahaan daerah dengan jumlah pelanggan terbesar di Jawa Barat,” jelasnya. Untuk itu, tahun 2023 mendatang pelayanan air bersih bisa mencakup 80% wilayahnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!