Belasan Jamaah Tarawih di Malang Positif COVID-19, Warga Rapid Test Massal
Senin, 17 Mei 2021 - 15:28 WIB
Hasilnya, ada tambahanempat orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Empat orang ini merupakan orang yang berkontak erat dengan 18 warga yang sebelumnya telah dinyatakan positif COVID-19 dan tengah menjalani isolasi di sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemkot Malang.
Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan, tes massal ini sebagai langkah preventif mengantisipasi adanya penyebaran virus ke orang lain namun tidak terdeteksi karena belum dilakukan pengetesan. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta jajaran Kelurahan Tlogomas dan Kecamatan Lowokwaru untuk melakukan tracing dan testing pada hari ini.
"Hari ini dilaksanakan testing berdasarkan tracing yang sudah dilakukan itu awalnya hanya 30-an orang, tapi ini tambah. Kita tracing kita, tracing kita semakin kuat," kata Sutiaji kepada awak media.
Diharapkannya dengan tracing dan testing yang terus meluas penyebaran COVID-19 di Perumahan Bukit dan Permata Hijau ini bisa diputus, supaya juga tidak menyebar ke wilayah-wilayah lain.
"Harapannya testingnya semakin bagus harapannya kita mampu menyasar preventif supaya tidak ada penyebaran-penyebaran ke tempat yang lain," ungkap Sutiaji kembali.
Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan, tes massal ini sebagai langkah preventif mengantisipasi adanya penyebaran virus ke orang lain namun tidak terdeteksi karena belum dilakukan pengetesan. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta jajaran Kelurahan Tlogomas dan Kecamatan Lowokwaru untuk melakukan tracing dan testing pada hari ini.
"Hari ini dilaksanakan testing berdasarkan tracing yang sudah dilakukan itu awalnya hanya 30-an orang, tapi ini tambah. Kita tracing kita, tracing kita semakin kuat," kata Sutiaji kepada awak media.
Diharapkannya dengan tracing dan testing yang terus meluas penyebaran COVID-19 di Perumahan Bukit dan Permata Hijau ini bisa diputus, supaya juga tidak menyebar ke wilayah-wilayah lain.
"Harapannya testingnya semakin bagus harapannya kita mampu menyasar preventif supaya tidak ada penyebaran-penyebaran ke tempat yang lain," ungkap Sutiaji kembali.
Lihat Juga :