Musim Kemarau di Maros Diprediksi Terjadi Awal Mei
Minggu, 19 April 2020 - 21:23 WIB
Musim kemarau di Kabupaten Maros diprediksi terjadi awal bulan Mei. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
MAROS - Musim kemarau di Kabupaten Maros khususnya di wilayah pantai atau pesisir diprediksi akan terjadi pada dasarian pertama bulan Mei.
Hal ini sudah ditandai dengan musim peralihan atau pancaroba yang terjadi saat ini. Musim peralihan biasanya ditandai dengan cuaca terik pada pagi hingga siang dan terjadi hujan disertai angin pada siang atau sore hari.
Kepala Stasiun Klimatologi Kabupaten Maros, Hartanto mengatakan, saat ini sudah memasuki musim peralihan dari musim hujan ke kemarau.
"Untuk Maros bagian pantai, musim kemaraunya diprediksi terjadi pada dasarian pertama bulan Mei, sedang yang berada di pegunungan diprediksi dasarian pertama Juni," jelasnya.
Dia mengatakan, musim kemarau akan lebih dahulu masuk di daerah pesisir karena angin baratan sudah mulai melemah dan potensi-potensi hujan lebih banyak terjadi di sekitar pegunungan.
"Wilayah pantai meliputi Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru dan Marusu," katanya.
Hal ini sudah ditandai dengan musim peralihan atau pancaroba yang terjadi saat ini. Musim peralihan biasanya ditandai dengan cuaca terik pada pagi hingga siang dan terjadi hujan disertai angin pada siang atau sore hari.
Kepala Stasiun Klimatologi Kabupaten Maros, Hartanto mengatakan, saat ini sudah memasuki musim peralihan dari musim hujan ke kemarau.
"Untuk Maros bagian pantai, musim kemaraunya diprediksi terjadi pada dasarian pertama bulan Mei, sedang yang berada di pegunungan diprediksi dasarian pertama Juni," jelasnya.
Dia mengatakan, musim kemarau akan lebih dahulu masuk di daerah pesisir karena angin baratan sudah mulai melemah dan potensi-potensi hujan lebih banyak terjadi di sekitar pegunungan.
"Wilayah pantai meliputi Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru dan Marusu," katanya.
Lihat Juga :