Jelang Lebaran, Pemerintah Jamin Stok Daging Mencukupi
Senin, 10 Mei 2021 - 14:06 WIB
Ilustrasi/Dok
BANDUNG - Pemerintah memastikan stok daging sapi jelang Lebaran 2021 mencukupi. Ketersediaan daging sapi saat ini ada dalam bentuk daging segar dan beku. Masyarakat diminta tidak khawatir jadi daging bakal naik berlebihan.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kejayaan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Syamsul Maarif mengatakan, pihaknya selalu memastikan ketersediaan daging sapi terus terjaga. Apalagi jelang Idul Fitri, di mana pemerintahan cenderung naik.
"Sekarang ketersediaan daging sapi masih lebih dari 19.000 ton, itu diluar sapi dari Brazil," kata Syamsul Maarif pada webinar Fakultas Peternakan Unpad bekerjasama dengan Yayasan CBC Indonesia.
Menurut dia, tidak ada kekurangan daging sapi. Kalaupun ada informasi kekurangan, adalah daging segar.
Namun untuk daging dalam bentuk frozen atau beku ketertarikannya cukup banyak. Apalagi juga ditambah daging kerbau.
Menurut Syamsul, kebutuhan daging dalam negeri setiap tahunnya mencapai 680.000 ton. Dari jumlah itu, sekitar 420.000 dapat dipenuhi oleh peternak dalam negeri. Sehingga untuk memenuhi sisanya atau sekitar 30% dilakukan importasi.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kejayaan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Syamsul Maarif mengatakan, pihaknya selalu memastikan ketersediaan daging sapi terus terjaga. Apalagi jelang Idul Fitri, di mana pemerintahan cenderung naik.
"Sekarang ketersediaan daging sapi masih lebih dari 19.000 ton, itu diluar sapi dari Brazil," kata Syamsul Maarif pada webinar Fakultas Peternakan Unpad bekerjasama dengan Yayasan CBC Indonesia.
Menurut dia, tidak ada kekurangan daging sapi. Kalaupun ada informasi kekurangan, adalah daging segar.
Namun untuk daging dalam bentuk frozen atau beku ketertarikannya cukup banyak. Apalagi juga ditambah daging kerbau.
Menurut Syamsul, kebutuhan daging dalam negeri setiap tahunnya mencapai 680.000 ton. Dari jumlah itu, sekitar 420.000 dapat dipenuhi oleh peternak dalam negeri. Sehingga untuk memenuhi sisanya atau sekitar 30% dilakukan importasi.
Lihat Juga :