Begini Kronologis Tank TNI Berada di Perbatasan Bekasi-Bogor
Jum'at, 07 Mei 2021 - 22:04 WIB
Kemudian, pada saat pelaksanaan latihan tingkat Rai satuan tersebut menggunakan kendaraan tempur (ranpur) antara lain, meriam 105 GS sebanyak dua unit, AMX sebanyak satu unit, ran truk sebanyak dua unit, ambulance sebanyak satu unit, dan ran Strada Triton Wadanyon sebanyak satu unit. Baca: Pembuat Video Hoaks Penyekatan Mudik Menggunakan Tank TNI Minta Maaf
Pada saat losesnya,dilakukan kegiatan pengamanan rute dari lokasi "steling cepat" di tanah lapang bekas pabrik kecap di Ciketing Udik menuju ke tempat "steling biasa" di tanah lapang Bakong. Ketika itu seluruh tim pengamanan melaksanakan penghambatan lalu lintas untuk mengamankan kendaraan yang sedang melintas.
"Pada pukul 15.30 WIB, peserta latihan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih menuju ke Tanah Lapang Bakom. Kendaraan tempur Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih memasuki daerah steling biasa dan kelompok pengamanan menutup jalan agar tidak terjadi kecelakaan latihan di lapangan," jelasnya.
Herwin menuturkan, Kodam Jaya merasa dirugikan atas video hoaks yang telah tersebar luas dan viral tersebut. Menurut dia, giat latihan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kami dari Kodam Jaya merasa dirugikan atas penyebaran video tersebut dan kami katakan bahwa berita tersebut adalah hoax. Adapun dasar Latihan tingkat Rai satuan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih sudah sesuai dengan direktif latihan dari Kodam Jaya," pungkasnya.
Pada saat losesnya,dilakukan kegiatan pengamanan rute dari lokasi "steling cepat" di tanah lapang bekas pabrik kecap di Ciketing Udik menuju ke tempat "steling biasa" di tanah lapang Bakong. Ketika itu seluruh tim pengamanan melaksanakan penghambatan lalu lintas untuk mengamankan kendaraan yang sedang melintas.
"Pada pukul 15.30 WIB, peserta latihan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih menuju ke Tanah Lapang Bakom. Kendaraan tempur Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih memasuki daerah steling biasa dan kelompok pengamanan menutup jalan agar tidak terjadi kecelakaan latihan di lapangan," jelasnya.
Herwin menuturkan, Kodam Jaya merasa dirugikan atas video hoaks yang telah tersebar luas dan viral tersebut. Menurut dia, giat latihan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kami dari Kodam Jaya merasa dirugikan atas penyebaran video tersebut dan kami katakan bahwa berita tersebut adalah hoax. Adapun dasar Latihan tingkat Rai satuan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih sudah sesuai dengan direktif latihan dari Kodam Jaya," pungkasnya.
(hab)
Lihat Juga :