Okupansi Hotel di Jawa Timur Mulai Terdongkrak Naik
Selasa, 04 Mei 2021 - 09:21 WIB
Hal tersebut, lanjut dia, dapat diartikan rata-rata tamu asing yang menginap di hotel berbintang yang ada di Jatim pada bulan Maret 2021 tercatat selama 2 hingga 3 hari. Sedangkan untuk tamu Indonesia mempunyai angka RLMT selama 1,55 hari. “Artinya rata-rata lamanya tamu Indonesia yang menginap di hotel berbintang yang ada di Jatim selama 1 hingga 2 hari,” terangnya.
Baca juga: Masih Pandemi, Pemprov Jatim Gratiskan Biaya Sewa Empat Rusunawa Selama Dua Bulan
Sementara itu, pengusaha perhotelan di Surabaya optimistis okupansi selama momen libur Lebaran bisa naik hingga 70%. Ini seiring dengan adanya larangan mudik oleh pemerintah. “Pada momen Ramadhan tahun ini cukup membuat industri perhotelan di Surabaya merasa sedikit bernafas setelah sempat drop akibat pandemi,” kata General Manager Grand Mercure Surabaya City Eksi Ayuningtyas.
Pihaknya melihat, saat ini bisnis hotel semakin membaik meskipun tidak drastis, tapi jauh lebih baik dari tahun lalu. Untuk okupansi saat ini di Grand Mercure Surabaya City sendiri bahkan sudah mampu mencapai 80%. Okupansi tersebut didongkrak oleh potensi pasar meeting, incentive, convention, exhibition (MICE). “Tingkat okupansi ini sudah merupakan pertanda kita sudah mulai bergerak,” terangnya.
Baca juga: Masih Pandemi, Pemprov Jatim Gratiskan Biaya Sewa Empat Rusunawa Selama Dua Bulan
Sementara itu, pengusaha perhotelan di Surabaya optimistis okupansi selama momen libur Lebaran bisa naik hingga 70%. Ini seiring dengan adanya larangan mudik oleh pemerintah. “Pada momen Ramadhan tahun ini cukup membuat industri perhotelan di Surabaya merasa sedikit bernafas setelah sempat drop akibat pandemi,” kata General Manager Grand Mercure Surabaya City Eksi Ayuningtyas.
Pihaknya melihat, saat ini bisnis hotel semakin membaik meskipun tidak drastis, tapi jauh lebih baik dari tahun lalu. Untuk okupansi saat ini di Grand Mercure Surabaya City sendiri bahkan sudah mampu mencapai 80%. Okupansi tersebut didongkrak oleh potensi pasar meeting, incentive, convention, exhibition (MICE). “Tingkat okupansi ini sudah merupakan pertanda kita sudah mulai bergerak,” terangnya.
(msd)
Lihat Juga :